Dua Warga Positif, Sragen Tetapkan Status KLB Corona
Senin, 13 April 2020 - 13:42 WIB
loading...
A
A
A
Sementara, pasien laki-laki diketahui kerap melakukan perjalanan Solo-Sragen (PP). Pada 2 April 2020, dia memeriksakan diri ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro lantarabn sakit batuk dan sesak napas. Oleh dokter, dia langsung dimasukkan ke ruang isolasi.
"Kita lakukan rapid test hasilnya negatif. Kemudian beberapa hari ada perburukan pada gambaran klinis, akhirnya tanggal 7 April kami rujuk ke Rumah Sakit Ketileng (RSUD KRMT Wongsonegoro) Semarang," papar Bupati Yuni.
Menindaklanjuti hal ini, Pemkab Sragen akan melakukan contact tracking perjalanan kedua pasien positif Covid-19. "Setiap ada kasus konfirmasi COVID-19 harus dilakukan penyelidikan epidemiologi. Penyelidikan ini terdiri dari identifikasi kasus faktor risiko, kontak erat dan pengambilan spesimen di rumah sakit rujukan," tutur Yuni.
Terkait status Sragen KLB Corona, Bupati Yuni berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI Kapolres, lebih tegas menyisir tempat-tempat keramaian. "Tidak lagi bisa ditolerir, keberadaan tempat kumpul-kumpul di tempat-tempat tertentu, seperti restoran, kami akan tekankan kembali hanya boleh melayani untuk yang dibawa pulang," kata Yuni.
Bupati juga berharap masyarakat Sragen tidak panik, tetap waspada serta tabah menghadapi pandemi Covid-19. Warga juga diminta senantiasa melakukan social distancing, tetap di rumah, dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
"Kita lakukan rapid test hasilnya negatif. Kemudian beberapa hari ada perburukan pada gambaran klinis, akhirnya tanggal 7 April kami rujuk ke Rumah Sakit Ketileng (RSUD KRMT Wongsonegoro) Semarang," papar Bupati Yuni.
Menindaklanjuti hal ini, Pemkab Sragen akan melakukan contact tracking perjalanan kedua pasien positif Covid-19. "Setiap ada kasus konfirmasi COVID-19 harus dilakukan penyelidikan epidemiologi. Penyelidikan ini terdiri dari identifikasi kasus faktor risiko, kontak erat dan pengambilan spesimen di rumah sakit rujukan," tutur Yuni.
Terkait status Sragen KLB Corona, Bupati Yuni berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI Kapolres, lebih tegas menyisir tempat-tempat keramaian. "Tidak lagi bisa ditolerir, keberadaan tempat kumpul-kumpul di tempat-tempat tertentu, seperti restoran, kami akan tekankan kembali hanya boleh melayani untuk yang dibawa pulang," kata Yuni.
Bupati juga berharap masyarakat Sragen tidak panik, tetap waspada serta tabah menghadapi pandemi Covid-19. Warga juga diminta senantiasa melakukan social distancing, tetap di rumah, dan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).
(abd)
Lihat Juga :