Usai Latihan Bersama Marinir Amerika, Seluruh Prajurit Diswab Antigen
Minggu, 20 Juni 2021 - 15:36 WIB
loading...
Swab Antigen di Markas Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir, Kesatrian Marinir Sutedi Senaputra Karangpilang, Surabaya, Minggu (20/6/2021). Foto: MPI/Ali Masduki
A
A
A
SURABAYA - Seluruh pelaku dan pendukung Latma Reconex 21-II melaksanakan Swab Antigen COVID-19 , di Markas Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir, Kesatrian Marinir Sutedi Senaputra Karangpilang , Surabaya , Minggu (20/6/2021).
Kegiatan tersebut untuk mengantisipasi paparan COVID-19 pascamenggelar latihan bersama dengan Marinir Amerika .
Baca juga: Kehabisan Makanan, Marinir Amerika Dipaksa Makan Tanaman Liar dan Ular
Komandan Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir, Letkol Marinir Supriyono selaku Komandan Satgas Latma Reconex 21-II mengatakan, Swab Antigen (AG) COVID-19 tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeteksi para pelaku dan pendukung Latma Reconex 21-II terbebas dari COVID-19 setelah melaksanakan latihan bersama personel USMC (US. Recon) selama dua pekan di PLP Lampon Banyuwangi dan PLP Baluran, Karangtekok, Situbondo.
"Kegiatan ini merupakan upaya cegah dini penyebaran wabah COVID-19 terhadap pelaku dan pendukung Latma Reconex 21-II, mengingat tingkat penyebaran COVID-19 masih cukup tinggi," katanya.
Kegiatan tersebut untuk mengantisipasi paparan COVID-19 pascamenggelar latihan bersama dengan Marinir Amerika .
Baca juga: Kehabisan Makanan, Marinir Amerika Dipaksa Makan Tanaman Liar dan Ular
Komandan Batalyon Intai Amfibi 2 Marinir, Letkol Marinir Supriyono selaku Komandan Satgas Latma Reconex 21-II mengatakan, Swab Antigen (AG) COVID-19 tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeteksi para pelaku dan pendukung Latma Reconex 21-II terbebas dari COVID-19 setelah melaksanakan latihan bersama personel USMC (US. Recon) selama dua pekan di PLP Lampon Banyuwangi dan PLP Baluran, Karangtekok, Situbondo.
"Kegiatan ini merupakan upaya cegah dini penyebaran wabah COVID-19 terhadap pelaku dan pendukung Latma Reconex 21-II, mengingat tingkat penyebaran COVID-19 masih cukup tinggi," katanya.
Lihat Juga :