Sosialisasi Perda, Rezki Tekankan Pentingnya Pendidikan Bagi Anak
Sabtu, 19 Juni 2021 - 16:50 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu dirinya juga menjelaskan bahwa pemerintah tengah berupaya memaksimalkan jumlah siswa yang timpang, agar bisa terakomodir oleh sekolah negeri.
"Kita terus berupaya maksimal, ada 9.000 siswa yang tidak terakomodir. Kita nanti ada program sekolah terintegrasi dimana sekolab dibuat seatap hal ini merupakan program sekolah 9 tahun dari bapak Walikota, dan ada juga sekolah Hybrid perpaduan PTM dan PJJ, sistemnya anak-anak tak lagi dibebani pembelajaran dalam kelas, mereka diperkenankan mengikuti kelas di luar," katanya.
Baca juga:Dewan Dorong Anggaran Sertifikasi Aset Daerah di APBD-P
Yusuf, praktisi dan pemerhati pendidikan informal menjelaskan, pendidikan tak hanya bisa ditempuh lewat sekolah, pendidikan informal memiliki output yang sama di mana sertifikatnya bisa setara dengan ijazah.
Dia mengatakan masyarakat bisa membentuk kelasnya masing-masing lewat pelatihan apapun. "Jadi misalnya ada kemampuan untuk bisa bikin penghasilan lewat YouTube , itu bapak dan ibu bisa buat kelas, manfaatkan ruang tamu di rumah, ajak tetangga. Selain itu upaya ini juga bisa memberdayakan pekerja, mereka yang sarjana dan lulusan S1 misalnya tapi tidak memiliki pekerjaan itu bisa ditarik jadi mentor, kita beri pelatihan, dan mereka digaji juga lewat pembayaran yang masuk, jadi ini berputar semua, meningkatkan roda ekonomi," tuturnya.
"Kita terus berupaya maksimal, ada 9.000 siswa yang tidak terakomodir. Kita nanti ada program sekolah terintegrasi dimana sekolab dibuat seatap hal ini merupakan program sekolah 9 tahun dari bapak Walikota, dan ada juga sekolah Hybrid perpaduan PTM dan PJJ, sistemnya anak-anak tak lagi dibebani pembelajaran dalam kelas, mereka diperkenankan mengikuti kelas di luar," katanya.
Baca juga:Dewan Dorong Anggaran Sertifikasi Aset Daerah di APBD-P
Yusuf, praktisi dan pemerhati pendidikan informal menjelaskan, pendidikan tak hanya bisa ditempuh lewat sekolah, pendidikan informal memiliki output yang sama di mana sertifikatnya bisa setara dengan ijazah.
Dia mengatakan masyarakat bisa membentuk kelasnya masing-masing lewat pelatihan apapun. "Jadi misalnya ada kemampuan untuk bisa bikin penghasilan lewat YouTube , itu bapak dan ibu bisa buat kelas, manfaatkan ruang tamu di rumah, ajak tetangga. Selain itu upaya ini juga bisa memberdayakan pekerja, mereka yang sarjana dan lulusan S1 misalnya tapi tidak memiliki pekerjaan itu bisa ditarik jadi mentor, kita beri pelatihan, dan mereka digaji juga lewat pembayaran yang masuk, jadi ini berputar semua, meningkatkan roda ekonomi," tuturnya.
(luq)
Lihat Juga :