Disdik Makassar Pastikan Sekolah Tatap Muka Digelar Juli
Sabtu, 19 Juni 2021 - 09:11 WIB
loading...
Disdik Makassar memastikan tetap menggelar sekolah tatap muka paa Juli mendatang. Foto: Sindonews/dok
A
A
A
MAKASSAR - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makasaar, memastikan sekolah tatap muka di Kota Makassar tetap akan digelar pada tahun ajaran baru Juli mendatang.
Kendati kasus di Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan di sejumlah daerah. Sekretaris Disdik Kota Makassar Amalia Malik mengatakan, kondisi di Kota Makassar relatif masih terkendali, terlebih kebijakan tatap muka dikembalikan ke daerah masing-masing sehingga pergelaran di Kota Makassar dipastikan tetap sesuai jadwal.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Naik, Tangsel Batalkan Sekolah Tatap Muka
"Untuk pelajaran tatap muka kan SK 4 menteri itu kan sudah memberikan daerah untuk menentukan bisa dibuka. Jadi tidak harus bulan Juli sebenarnya, Makassar tahun ajaran ini dibuka, cuman kan ada beberapa indikator yang perlu dipenuhi," ujarnya.
Selain itu guru, orang tua hingga siswa sebagian besar menginginkan tatap muka dilakukan.
Dia membeberkan, dari hasil survei yang dilakukan oleh Disdik, Amalia mengatakan 81% guru merasa kuwalahan menghadapi pembelajaran daring, orang tua 98%. Sementara ada 83% anak yang dilaporkan stres akibat pembelajaran jarak jauh.
Kendati kasus di Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan di sejumlah daerah. Sekretaris Disdik Kota Makassar Amalia Malik mengatakan, kondisi di Kota Makassar relatif masih terkendali, terlebih kebijakan tatap muka dikembalikan ke daerah masing-masing sehingga pergelaran di Kota Makassar dipastikan tetap sesuai jadwal.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Naik, Tangsel Batalkan Sekolah Tatap Muka
"Untuk pelajaran tatap muka kan SK 4 menteri itu kan sudah memberikan daerah untuk menentukan bisa dibuka. Jadi tidak harus bulan Juli sebenarnya, Makassar tahun ajaran ini dibuka, cuman kan ada beberapa indikator yang perlu dipenuhi," ujarnya.
Selain itu guru, orang tua hingga siswa sebagian besar menginginkan tatap muka dilakukan.
Dia membeberkan, dari hasil survei yang dilakukan oleh Disdik, Amalia mengatakan 81% guru merasa kuwalahan menghadapi pembelajaran daring, orang tua 98%. Sementara ada 83% anak yang dilaporkan stres akibat pembelajaran jarak jauh.
Lihat Juga :