Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Kasus COVID-19 Melonjak, Pemkab Karawang Siapkan Hotel

loading...
Kasus COVID-19 Melonjak, Pemkab Karawang Siapkan Hotel
Ketua Harian Satgas COVID-19 Karawang, Acep Jamhuri mengatakan, Pemkab Karawang akan menyewa satu hotel untuk mengantisipasi jika rumah sakit tidak bisa menampung pasien COVID-19. Foto Acep Jamhuri/SINDOnews/Nilakusuma
KARAWANG - Kasus COVID -19 yang terus melonjak di Karawang pasca lebaran, membuat ketersediaan tempat tidur di rumah sakit penuh. Pemkab Karawang akan menyewa satu hotel untuk mengantisipasi jika rumah sakit tidak bisa menampung pasien COVID-19.

"Barusan kita rapat membahas soal ketersediaan tempat tidur di rumah sakit pemerintah dan swasta. Tingkat keterisian sudah mencapai 90 %. Jadi harus diantisipasi kalau tidak tertampung di rumah sakit, kita sewa hotel. Saat baru satu hotel yang kita siapkan," kata Ketua Harian Satgas COVID-19 Karawang, Acep Jamhuri, Senin (14/6/21).

Baca: Tangis Pecah di Magetan, Perawat Puskesmas Meninggal Usai Terpapar COVID-19


Menurut Acep, yang juga Sekda Karawang mengatakan, berdasarkan laporan kapasitas rumah sakit sudah terisi 90% dari kapasitas yang disediakan. Mencermati perkembangan penyebaran covid-19 yang cenderung naik pasca lebaran, pihaknya akan menyiapkan hotel. "Kalau memang sudah penuh kita alihkan ke hotel," katanya.

Acep mengatakan, kenaikan kasus covid terjadi pasca mudik lebaran dan juga halal bihalal. Terakhir terjadi lonjakan dari karyawan industri. Karyawan yang melakukan mudik tidak dilakukan tes antigen saat masuj kerja.

"Ada satu perusahaan yang karyawannya terpapar hingga 40 % dari seluruh karyawan. Mereka tidak menuruti anjuran agar semua karyawan yang mudik wajib antigen," timpalnya.

Baca juga : Ada yang Positif COVID-19, Tangis Rombongan Warga Pecah di Atas Kereta Kelinci



Penyebaran COVID-19 mengalami lonjakan drastis pasca lebaran. Hingga hari ini tercatat 20.959 orang terkonfirmasi positif dengan rincian, 709 masih dalam perawatan. Sedangkan yang isolasi mandiri sebanyak 478 orang, sembuh 19.103 dan 669 meninggal dunia. "Masyarakat sudah melalainkan protokol kesehatan," tandasnya.
(sms)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top