Perwira Saudi Penghubung Intelijen 5 Mata Jadi Target MBS
Senin, 25 Mei 2020 - 18:01 WIB
loading...
A
A
A
"Mereka bisa membuat kebohongan apa pun yang mereka inginkan tentang dia (Dr Saad al-Jabri) tetapi dia tidak bersalah," ujarnya. (Baca juga: Kim Jong-un Copot Bodyguard dan Kepala Mata-mata Korut)
Pihak berwenang Arab Saudi belum menanggapi permintaan BBC untuk mengomentari tuduhan yang dibuat oleh keluarga Dr Saad al-Jabri dan mereka yang bekerja dengannya.
Siapakah Saad al-Jabri?
Selama bertahun-tahun Dia adalah tangan kanan dan "penjaga gerbang" untuk Pangeran Mohammed bin Nayef, yang telah dipuji karena mengalahkan pemberontakan al-Qaeda pada tahun 2000-an. Al-Jabri juga merupakan kunci utama dalam semua hubungan Arab Saudi dengan badan intelijen "Lima Mata" (AS, Inggris, Kanada, Australia, Selandia Baru). Sedangkan Pangeran Mohammed bin Nayef adalah mantan putra mahkota yang dilaporkan telah ditahan.
Menurut mantan perwira intelijen Barat yang bekerja dengan al-Jabri, hubungan al-Jabri dengan komunitas intelijen Lima Mata pada 2010 telah membantu menyelamatkan ratusan nyawa. (Baca juga:Arab Saudi Tangkap Adik Raja Salman dan Eks Putra Mahkota)
Al-Qaeda di Yaman telah menyelundupkan bom yang kuat di atas pesawat kargo menuju Chicago, disembunyikan di dalam kartrid tinta printer. Tetapi intelijen Saudi memiliki informan di dalam al-Qaeda yang memberikan informasi kepada MI6, bahkan menyampaikan nomor seri perangkat yang disembunyikannya.
Polisi anti-terorisme Inggris kemudian menemukan dan menjinakkan bom di dalam pesawat di Bandara East Midlands. "Jika itu berjalan sesuai rencana Chicago, ratusan (orang) akan terbunuh," kata mantan perwira intelijen itu yang berbicara secara anonim.
Pihak berwenang Arab Saudi belum menanggapi permintaan BBC untuk mengomentari tuduhan yang dibuat oleh keluarga Dr Saad al-Jabri dan mereka yang bekerja dengannya.
Siapakah Saad al-Jabri?
Selama bertahun-tahun Dia adalah tangan kanan dan "penjaga gerbang" untuk Pangeran Mohammed bin Nayef, yang telah dipuji karena mengalahkan pemberontakan al-Qaeda pada tahun 2000-an. Al-Jabri juga merupakan kunci utama dalam semua hubungan Arab Saudi dengan badan intelijen "Lima Mata" (AS, Inggris, Kanada, Australia, Selandia Baru). Sedangkan Pangeran Mohammed bin Nayef adalah mantan putra mahkota yang dilaporkan telah ditahan.
Menurut mantan perwira intelijen Barat yang bekerja dengan al-Jabri, hubungan al-Jabri dengan komunitas intelijen Lima Mata pada 2010 telah membantu menyelamatkan ratusan nyawa. (Baca juga:Arab Saudi Tangkap Adik Raja Salman dan Eks Putra Mahkota)
Al-Qaeda di Yaman telah menyelundupkan bom yang kuat di atas pesawat kargo menuju Chicago, disembunyikan di dalam kartrid tinta printer. Tetapi intelijen Saudi memiliki informan di dalam al-Qaeda yang memberikan informasi kepada MI6, bahkan menyampaikan nomor seri perangkat yang disembunyikannya.
Polisi anti-terorisme Inggris kemudian menemukan dan menjinakkan bom di dalam pesawat di Bandara East Midlands. "Jika itu berjalan sesuai rencana Chicago, ratusan (orang) akan terbunuh," kata mantan perwira intelijen itu yang berbicara secara anonim.
Lihat Juga :