Saksikan Tradisi Pacuan Kuda Bima, Menparekraf Sebut Berpotensi Jadi Event Nasional
Minggu, 13 Juni 2021 - 19:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Asyik Karaoke, Puluhan Wanita Seksi dan 1 ASN Digiring ke Polrestabes Medan
"Pacuan kuda merupakan tradisi serta potensi event daerah yang perlu dikembangkan dan dijadikan event nasional khususnya di bidang pariwisata. Saya sendiri melihat, ini adalah potensi yang sangat luar biasa. Hanya saja perlu dibenahi revitalisasi fasilitasnya," kata Sandi.
Sand menyanjung, bahwa tradisi ini merupakan salah satu destinasi yang mampu membangkitkan ekonomi Indonesia. Sementara terkait joki cilik yang kerap disorot sebagai eksploitasi anak, dia sudah berkoordinasi dengan Menteri Sumber Daya Perempuan dan Perlindungan Anak, untuk dapat melakukan pendekatan secara inovatif dan adaktif.
Baca juga: Dihadang 4 Begal, Pelajar di Simalungun Berani Melawan dan Berduel
"Ini merupakan alasan demi kebangkitan ekonomi kita. Tradisi ini bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk joki cilik, saya sudah ketemu dengan Menteri Sumber Daya Perempuan dan Perlindungan Anak, agar secara dini dilakukan pendekatan inovatif serta adaktif," tegasnya.
"Pacuan kuda merupakan tradisi serta potensi event daerah yang perlu dikembangkan dan dijadikan event nasional khususnya di bidang pariwisata. Saya sendiri melihat, ini adalah potensi yang sangat luar biasa. Hanya saja perlu dibenahi revitalisasi fasilitasnya," kata Sandi.
Sand menyanjung, bahwa tradisi ini merupakan salah satu destinasi yang mampu membangkitkan ekonomi Indonesia. Sementara terkait joki cilik yang kerap disorot sebagai eksploitasi anak, dia sudah berkoordinasi dengan Menteri Sumber Daya Perempuan dan Perlindungan Anak, untuk dapat melakukan pendekatan secara inovatif dan adaktif.
Baca juga: Dihadang 4 Begal, Pelajar di Simalungun Berani Melawan dan Berduel
"Ini merupakan alasan demi kebangkitan ekonomi kita. Tradisi ini bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk joki cilik, saya sudah ketemu dengan Menteri Sumber Daya Perempuan dan Perlindungan Anak, agar secara dini dilakukan pendekatan inovatif serta adaktif," tegasnya.
(eyt)
Lihat Juga :