Saksikan Tradisi Pacuan Kuda Bima, Menparekraf Sebut Berpotensi Jadi Event Nasional
Minggu, 13 Juni 2021 - 19:51 WIB
loading...
Menparekraf, Sandiaga Salahudin Uno saat menyambangi warga Bima dari atas panggung tinggi panitia. Foto/Inews/Edy Irawan
A
A
A
BIMA - Pacuan kuda di Desa Panda, Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapatkan kunjungan dari Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahudin Uno, Minggu (13/06/2021).
Baca juga: Kaya Budaya dan Alam, Menparekraf Sandiaga Sebut Indonesia Layak Jadi Lokasi Syuting Film Internasional
Dari Bandara Sultan Muhammad Salahudin Bima, Sandi didampingi bintang tamu Atta Halilintar, dan istrinya Aurel. Selain itu, hadir pula dalam rombongan yakni Gubernur NTB, Wali Kota Bima, Bupati Bima, Wakil Bupati Bima, dan Bupati Dompu.
Tiba di arena pacuan kuda , rombongan disambut tarian tombak tradisional, sebelum menyaksikan pacuan kuda di panggung tinggi. Usai menyaksikan tiga balapan pacuan kuda dengan atraksin kelincahan joki cilik, rombongan menuju Desa Maria, Kecamatan Wawo.
Baca juga: Asyik Karaoke, Puluhan Wanita Seksi dan 1 ASN Digiring ke Polrestabes Medan
"Pacuan kuda merupakan tradisi serta potensi event daerah yang perlu dikembangkan dan dijadikan event nasional khususnya di bidang pariwisata. Saya sendiri melihat, ini adalah potensi yang sangat luar biasa. Hanya saja perlu dibenahi revitalisasi fasilitasnya," kata Sandi.
Sand menyanjung, bahwa tradisi ini merupakan salah satu destinasi yang mampu membangkitkan ekonomi Indonesia. Sementara terkait joki cilik yang kerap disorot sebagai eksploitasi anak, dia sudah berkoordinasi dengan Menteri Sumber Daya Perempuan dan Perlindungan Anak, untuk dapat melakukan pendekatan secara inovatif dan adaktif.
Baca juga: Dihadang 4 Begal, Pelajar di Simalungun Berani Melawan dan Berduel
"Ini merupakan alasan demi kebangkitan ekonomi kita. Tradisi ini bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk joki cilik, saya sudah ketemu dengan Menteri Sumber Daya Perempuan dan Perlindungan Anak, agar secara dini dilakukan pendekatan inovatif serta adaktif," tegasnya.
Baca juga: Kaya Budaya dan Alam, Menparekraf Sandiaga Sebut Indonesia Layak Jadi Lokasi Syuting Film Internasional
Dari Bandara Sultan Muhammad Salahudin Bima, Sandi didampingi bintang tamu Atta Halilintar, dan istrinya Aurel. Selain itu, hadir pula dalam rombongan yakni Gubernur NTB, Wali Kota Bima, Bupati Bima, Wakil Bupati Bima, dan Bupati Dompu.
Tiba di arena pacuan kuda , rombongan disambut tarian tombak tradisional, sebelum menyaksikan pacuan kuda di panggung tinggi. Usai menyaksikan tiga balapan pacuan kuda dengan atraksin kelincahan joki cilik, rombongan menuju Desa Maria, Kecamatan Wawo.
Baca juga: Asyik Karaoke, Puluhan Wanita Seksi dan 1 ASN Digiring ke Polrestabes Medan
"Pacuan kuda merupakan tradisi serta potensi event daerah yang perlu dikembangkan dan dijadikan event nasional khususnya di bidang pariwisata. Saya sendiri melihat, ini adalah potensi yang sangat luar biasa. Hanya saja perlu dibenahi revitalisasi fasilitasnya," kata Sandi.
Sand menyanjung, bahwa tradisi ini merupakan salah satu destinasi yang mampu membangkitkan ekonomi Indonesia. Sementara terkait joki cilik yang kerap disorot sebagai eksploitasi anak, dia sudah berkoordinasi dengan Menteri Sumber Daya Perempuan dan Perlindungan Anak, untuk dapat melakukan pendekatan secara inovatif dan adaktif.
Baca juga: Dihadang 4 Begal, Pelajar di Simalungun Berani Melawan dan Berduel
"Ini merupakan alasan demi kebangkitan ekonomi kita. Tradisi ini bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk joki cilik, saya sudah ketemu dengan Menteri Sumber Daya Perempuan dan Perlindungan Anak, agar secara dini dilakukan pendekatan inovatif serta adaktif," tegasnya.
(eyt)
Lihat Juga :