Bawa Senapan Laras Panjang dan Puluhan Amunisi Aktif, Warga Sorong Datangi Markas Kodim
Minggu, 13 Juni 2021 - 15:20 WIB
loading...
A
A
A
" Diserahkan langsung oleh seorang laki-laki berumur 45 tahun warga Sorong Selatan, yang saat ini identitasnya masih dirahasiakan. Yang bersangkutan datang ke Kodim 1807 Sorong Selatan," terangnya.
Baca juga: 43 Preman Pelaku Pungli Dibekuk, Penangkapannya Diwarnai Aksi Kejar-kejaran
Selain menyerahkan satu pucuk Mouser , juga sebanyak 49 butir amunisi, yakni satu butir amunisi kaliber 5,39; 23 butir munisi kaliber 3,17; satu butir amunisi senjata Mouser kaliber 9,8; 14 butir amunisi senjata api AK kaliber 7,62; dan tiga butir amunisi M 16 A1 kaliber 5,56; serta tujuh butir amunisi senjata Stan (Stan Gun) kaliber 7,62.
Menurut Hendra, senjata Mouser merupakan senjata api peninggalan PD II yang kemungkinan masih dimiliki masyarakat Papua Barat. "Bagi masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Pegunungan Arfak, senjata Mouser tersebut dijadikan sebagai tradisi mas kawin, sarana pengamanan, dan berburu," ungkapnya.
Baca juga: Mairon Tabuni Anggota KKB Timika Ditangkap Satgas Nemangkawi Ini Aksi dan Sepak Terjangnya
Sementara itu, Komandan Kodim 1807 Sorong Selatan, Letkol Inf Batara Alex Bulo mengatakan, penyerahan senjata api dan amunisi ini merupakan kesadaran sendiri dari warga sipil tentang pentingnya menjaga keamanan, serta sudah terciptanya situasi yang kondusif di wilayah Kodim 1807 Sorong Selatan.
"Upaya yang telah dilakukan oleh jajaran Kodim 1807 Sorong Selatan, melalui kegiatan Binter dan Komsos telah berjalan baik. Terbukti timbul kepercayaan warga terhadap prajurit dan satuan TNI, khususnya TNI AD di wilayah Papua Barat ini. Lebih khususnya lagi, kepercayaan terhadap satuan jajaran Kodam XVIII/Kasuari, dalam hal ini Kodim 1807 Sorong Selatan, dalam menjaga keamanan dan ketenteraman kehidupan warga," ujar Batara.
Baca juga: 43 Preman Pelaku Pungli Dibekuk, Penangkapannya Diwarnai Aksi Kejar-kejaran
Selain menyerahkan satu pucuk Mouser , juga sebanyak 49 butir amunisi, yakni satu butir amunisi kaliber 5,39; 23 butir munisi kaliber 3,17; satu butir amunisi senjata Mouser kaliber 9,8; 14 butir amunisi senjata api AK kaliber 7,62; dan tiga butir amunisi M 16 A1 kaliber 5,56; serta tujuh butir amunisi senjata Stan (Stan Gun) kaliber 7,62.
Menurut Hendra, senjata Mouser merupakan senjata api peninggalan PD II yang kemungkinan masih dimiliki masyarakat Papua Barat. "Bagi masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Pegunungan Arfak, senjata Mouser tersebut dijadikan sebagai tradisi mas kawin, sarana pengamanan, dan berburu," ungkapnya.
Baca juga: Mairon Tabuni Anggota KKB Timika Ditangkap Satgas Nemangkawi Ini Aksi dan Sepak Terjangnya
Sementara itu, Komandan Kodim 1807 Sorong Selatan, Letkol Inf Batara Alex Bulo mengatakan, penyerahan senjata api dan amunisi ini merupakan kesadaran sendiri dari warga sipil tentang pentingnya menjaga keamanan, serta sudah terciptanya situasi yang kondusif di wilayah Kodim 1807 Sorong Selatan.
"Upaya yang telah dilakukan oleh jajaran Kodim 1807 Sorong Selatan, melalui kegiatan Binter dan Komsos telah berjalan baik. Terbukti timbul kepercayaan warga terhadap prajurit dan satuan TNI, khususnya TNI AD di wilayah Papua Barat ini. Lebih khususnya lagi, kepercayaan terhadap satuan jajaran Kodam XVIII/Kasuari, dalam hal ini Kodim 1807 Sorong Selatan, dalam menjaga keamanan dan ketenteraman kehidupan warga," ujar Batara.
Lihat Juga :