COVID-19 Menggila, Kapasitas Rumah Sakit di Jabar Lampaui Standar WHO
Sabtu, 12 Juni 2021 - 08:08 WIB
loading...
A
A
A
"Kami mencatat dari tanggal 28 Mei atau 15 hari setelah Lebaran ini kasus sudah cukup meningkat. Jadi ada 1.200 kemudian turun lagi menjadi 800 tapi di Minggu terakhir ini kita mencapai di atas 1.000," terangnya.
Marion menyebut, peningkatan angka kasus didominasi oleh klaster keluarga dan klaster perkantoran. Namun begitu, dia tak menyebut angkanya secara rinci."Ini harus kita antisipasi dan waspadai dan kita lihat juga kasus sekarang klasternya klaster keluarga, ini akibat kita banyaknya kita berinteraksi dengan keluarga dan orang lain," katanya.
Dirut RSUD Al-Ihsan, Basalama Gatot mengakui, seluruh tempat tidur yang tersedia sudah terisi penuh. Sebagai tindak lanjut, pihaknya sedang melakukan screening pada 20 pasien yang dirawat di IGD untuk menentukan apakah bisa dialihkan menjalani isolasi mandiri di rumah ataukah tidak.
"Kondisi sekarang memang betul, kalau saya katakan mengerikan dimana untuk Al-Ihsan kita menyiapkan ketersediaan tempat tidur itu sebanyak 151 tempat tidur dan sudah terisi 100 persen artinya sudah full," ungkapnya.
Selain itu, pihak rumah sakit juga berupaya mengalihkan pasien yang bergejala ringan untuk menjalani isolasi di rumah masing-masing atau tempat karantina yang telah disediakan pemerintah. Dengan demikian, rumah sakit hanya menangani pasien yang bergejala sedang dan berat saja. Baca juga: Keren, Tiga Mahasiswi Cantik Juarai Kompetisi Ide Aplikasi L'Oreal Brandstrom 2021
Basalama menambahkan, banyak pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi yang buruk. Diduga, pasien itu lama berada di rumah dalam kondisi terinfeksi. Saat datang ke rumah sakit, pasien sudah dalam kondisi yang buruk.
"Rumah sakit di Bandung Raya kami sudah mengurangi yang untuk ketersediaan tempat tidur yang hijau. Artinya, yang gejala ringan atau tanpa gejala itu bisa diisolasi mandiri atau diisolasi di tempat yang sudah disiapkan oleh pemerintah, rumah sakit hanya merawat yang sedang dan berat saja," ucap dia.
Direktur RS Borromeus Bandung, Chandra Mulyono mengatakan, tempat tidur yang dapat digunakan masih tersedia. Namun, jika pasien terus datang, pihaknya khawatir terjadi over capacity.
Marion menyebut, peningkatan angka kasus didominasi oleh klaster keluarga dan klaster perkantoran. Namun begitu, dia tak menyebut angkanya secara rinci."Ini harus kita antisipasi dan waspadai dan kita lihat juga kasus sekarang klasternya klaster keluarga, ini akibat kita banyaknya kita berinteraksi dengan keluarga dan orang lain," katanya.
Dirut RSUD Al-Ihsan, Basalama Gatot mengakui, seluruh tempat tidur yang tersedia sudah terisi penuh. Sebagai tindak lanjut, pihaknya sedang melakukan screening pada 20 pasien yang dirawat di IGD untuk menentukan apakah bisa dialihkan menjalani isolasi mandiri di rumah ataukah tidak.
"Kondisi sekarang memang betul, kalau saya katakan mengerikan dimana untuk Al-Ihsan kita menyiapkan ketersediaan tempat tidur itu sebanyak 151 tempat tidur dan sudah terisi 100 persen artinya sudah full," ungkapnya.
Selain itu, pihak rumah sakit juga berupaya mengalihkan pasien yang bergejala ringan untuk menjalani isolasi di rumah masing-masing atau tempat karantina yang telah disediakan pemerintah. Dengan demikian, rumah sakit hanya menangani pasien yang bergejala sedang dan berat saja. Baca juga: Keren, Tiga Mahasiswi Cantik Juarai Kompetisi Ide Aplikasi L'Oreal Brandstrom 2021
Basalama menambahkan, banyak pasien datang ke rumah sakit dalam kondisi yang buruk. Diduga, pasien itu lama berada di rumah dalam kondisi terinfeksi. Saat datang ke rumah sakit, pasien sudah dalam kondisi yang buruk.
"Rumah sakit di Bandung Raya kami sudah mengurangi yang untuk ketersediaan tempat tidur yang hijau. Artinya, yang gejala ringan atau tanpa gejala itu bisa diisolasi mandiri atau diisolasi di tempat yang sudah disiapkan oleh pemerintah, rumah sakit hanya merawat yang sedang dan berat saja," ucap dia.
Direktur RS Borromeus Bandung, Chandra Mulyono mengatakan, tempat tidur yang dapat digunakan masih tersedia. Namun, jika pasien terus datang, pihaknya khawatir terjadi over capacity.
Lihat Juga :