Psikolog Ini Ungkap Fakta di Balik Hebohnya Antrean Pembeli BTS Meal
Jum'at, 11 Juni 2021 - 16:33 WIB
loading...
A
A
A
“Remaja juga memiliki konformitas yang tinggi dengan sebayanya, sehingga keinginan untuk ‘sama’ dengan yang lain menjadi kuat. Bisa mendapatkan merchandise idola- di sini adalah BTS Meal menjadi kebanggaan tersendiri. Isi dari makanannya sendiri tidak jadi penting. Jadi ini sebenarnya fenomena biasa. Kemudahan teknologi, banyaknya ARMY, dan kurangnya antisipasi dari McD sendiri yang membuat keadaan menjadi tidak terkendali,” paparnya.
Promo tentang BTS ini dibuat heboh di seluruh dunia karena hanya 50 negara. Bahkan ARMY yang negaranya tidak termasuk dalam list protes keras. Jadi, memang secara marketing emosi para ARMY ini dimanfaatkan untuk mendapat keuntungan. Kesulitan untuk mendapatkan sesuatu akan membuat seuatu itu lebih ‘berharga’ daripada yang bisa beli kapan dan dimana saja.
Baca juga: Peluncuran BTS Meal Timbulkan Kerumunan, McDonald's Sampaikan Terima Kasih
“Ya memang bukan konten dan kemasannya yang biasa aja (nugget dan saos korea bergambar anggota BTS), tapi cara mendaptkannya, kehebohannya, kecintaan pada idola, membuat para fans menjadi ‘buta’ dan rela melakukan apa saja,” ungkapnya.
Terkait pendapat bahwa McD melakukan ‘tormenting’ pada pelanggan, Shinta berpendapat mungkin kalau tidak dalam kondisi pandemi bisa saja pelanggan rela antre langsung ke gerai. Namun karena kondisi maka pelanggan pun berfikir untuk melakukannya sehingga memilih untuk memesan melalui jasa kurir.
Promo tentang BTS ini dibuat heboh di seluruh dunia karena hanya 50 negara. Bahkan ARMY yang negaranya tidak termasuk dalam list protes keras. Jadi, memang secara marketing emosi para ARMY ini dimanfaatkan untuk mendapat keuntungan. Kesulitan untuk mendapatkan sesuatu akan membuat seuatu itu lebih ‘berharga’ daripada yang bisa beli kapan dan dimana saja.
Baca juga: Peluncuran BTS Meal Timbulkan Kerumunan, McDonald's Sampaikan Terima Kasih
“Ya memang bukan konten dan kemasannya yang biasa aja (nugget dan saos korea bergambar anggota BTS), tapi cara mendaptkannya, kehebohannya, kecintaan pada idola, membuat para fans menjadi ‘buta’ dan rela melakukan apa saja,” ungkapnya.
Terkait pendapat bahwa McD melakukan ‘tormenting’ pada pelanggan, Shinta berpendapat mungkin kalau tidak dalam kondisi pandemi bisa saja pelanggan rela antre langsung ke gerai. Namun karena kondisi maka pelanggan pun berfikir untuk melakukannya sehingga memilih untuk memesan melalui jasa kurir.
(thm)
Lihat Juga :