Pertamina Dorong Pengembangan Hasil Alam Lokal Lewat Cindakko Menyala
Kamis, 10 Juni 2021 - 18:27 WIB
loading...
A
A
A
Harapannya, dengan bantuan PT Pertamina , pengemasan gula aren warga di Dusun Cindakko lebih menarik sehingga nilai jualnya bisa didongkrak. Hal tersebut juga tentunya bisa meningkatkan penerimaan masyarakat dan mengarah pada meluasnya akses pasar dan lebih banyak orang yang bisa menikmati gula aren khas Cindakko.
Kehadiran PT Pertamina di Dusun Cindakko tak hanya disambut baik warga, tapi juga Kepala Dusun, Sulaiman. Menurut dia, pelatihan dan bantuan yang diberikan PT Pertamina di Cindakko sangat bermanfaat dan diharapkan bisa dipraktikkan dengan baik oleh warga nantinya.
"Dukungan Pertamina ini sangat bermanfaat dan mempermudah warga. Harapan saya dengan program-program Pertamina ini bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Baca juga:Program OVOO Pertamina, 198 Ribu Outlet LPG Subsidi Hadir di 61 Ribu Desa di Indonesia
Senior Supervisor Communication dan Relations Pertamina MOR VII Taufiq Kurniawan, mengatakan Cindakko Menyala merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terdiri atas sejumlah rangkaian. Cindakko sendiri dipilih sebagai lokasi karena merupakan salah satu wilayah 3T yang berada di area Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Hasanuddin PT Pertamina .
Dia menjelaskan pula, Dusun Cindakko telah menjadi wilayah binaan PT Pertamina (Persero) sejak tahun 2018 lalu. Setelah melakukan pemetaan, diketahui sejumlah potensi yang bisa dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana.
"Tujuan karena kita ingin mengentaskan ketertinggalan masyarakat di pelosok supaya bisa lebih berdaya, mandiri, berdikari, dan mampu mengoptimalkan potensi yang ada di alam ini. Nah kita dapatkan di sini ada potensi lebah madu, lalu gula aren, nah itu semua kita manfaatkan," jelas Taufiq.
Baca juga:Konsumsi Bahan Bakar Berkualitas di Kota Makassar Naik hingga 88,3%
Dalam pelaksanaan program pemberdayaan, tantangan yang dihadapi adalah akses yang sulit dan fasilitas yang kurang memadai, utamanya listrik yang belum menyentuh Dusun Cindakko. Sehingga program selanjutnya yang akan dikembangkan Pertamina adalah solar panel dan pembangkit listrik teknologi micro-hydro untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Teknologi itu masing-masing memanfaatkan cahaya matahari dan debit aliran sungai yang berlebih di Cindakko.
"Listrik inshaallah tahun ini, percobaan dulu, target kita sebelum keluar (semua program selesai), semua warga sudah menyala (Mandiri Ekonomi, Jaya Sumber Daya Alam, Lengkap Nutrisi)," pungkasnya.
Kehadiran PT Pertamina di Dusun Cindakko tak hanya disambut baik warga, tapi juga Kepala Dusun, Sulaiman. Menurut dia, pelatihan dan bantuan yang diberikan PT Pertamina di Cindakko sangat bermanfaat dan diharapkan bisa dipraktikkan dengan baik oleh warga nantinya.
"Dukungan Pertamina ini sangat bermanfaat dan mempermudah warga. Harapan saya dengan program-program Pertamina ini bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Baca juga:Program OVOO Pertamina, 198 Ribu Outlet LPG Subsidi Hadir di 61 Ribu Desa di Indonesia
Senior Supervisor Communication dan Relations Pertamina MOR VII Taufiq Kurniawan, mengatakan Cindakko Menyala merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang terdiri atas sejumlah rangkaian. Cindakko sendiri dipilih sebagai lokasi karena merupakan salah satu wilayah 3T yang berada di area Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Hasanuddin PT Pertamina .
Dia menjelaskan pula, Dusun Cindakko telah menjadi wilayah binaan PT Pertamina (Persero) sejak tahun 2018 lalu. Setelah melakukan pemetaan, diketahui sejumlah potensi yang bisa dioptimalkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sana.
"Tujuan karena kita ingin mengentaskan ketertinggalan masyarakat di pelosok supaya bisa lebih berdaya, mandiri, berdikari, dan mampu mengoptimalkan potensi yang ada di alam ini. Nah kita dapatkan di sini ada potensi lebah madu, lalu gula aren, nah itu semua kita manfaatkan," jelas Taufiq.
Baca juga:Konsumsi Bahan Bakar Berkualitas di Kota Makassar Naik hingga 88,3%
Dalam pelaksanaan program pemberdayaan, tantangan yang dihadapi adalah akses yang sulit dan fasilitas yang kurang memadai, utamanya listrik yang belum menyentuh Dusun Cindakko. Sehingga program selanjutnya yang akan dikembangkan Pertamina adalah solar panel dan pembangkit listrik teknologi micro-hydro untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Teknologi itu masing-masing memanfaatkan cahaya matahari dan debit aliran sungai yang berlebih di Cindakko.
"Listrik inshaallah tahun ini, percobaan dulu, target kita sebelum keluar (semua program selesai), semua warga sudah menyala (Mandiri Ekonomi, Jaya Sumber Daya Alam, Lengkap Nutrisi)," pungkasnya.
(luq)
Lihat Juga :