Polemik Soal Ujian Siswa SD Sudutkan Sawit, Ini Tanggapan GAPKI
Kamis, 10 Juni 2021 - 07:09 WIB
loading...
A
A
A
Untuk itu, Jatmiko yang juga Chief Executive Officer PTPN V tersebut menyayangkan jika kampanye negatif sawit juga terjadi dari dalam negeri dan menyentuh pendidikan dasar.
"Kita harus bersinergi dan menunjukkan hal positif dari sawit karena memang komoditas ini terbukti mampu mengangkat ekonomi masyarakat. Kami dari GAPKI Riau juga akan mengadakan edukasi bagi stakeholders termasuk dunia pendidikan, semoga kedepan kita dapat bersama-sama menjaga sumber penyumbang devisa negara ini dari berbagai kampanye hitam," tuturnya. Baca: Ada Kampanye Negatif Sawit di Soal Ujian SD di Kampar, Formasi Protes.
Sebelumnya dugaan kampanye negatif salah satu komoditas unggulan Indonesia, kelapa sawit, ditemukan menjadi materi ujian di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Baca Juga: Polisi Akhirnya Tangkap Korlap Penjarahan Ratusan Rumah Karyawan Sawit.
Materi ujian tersebut direspon keras mahasiswa yang menilai kampanye negatif sawit telah berlangsung secara sistematis dengan menyasar anak-anak sekolah, sementara tanaman palma dan produk turunannya itu telah menjadi bagian dari penyumbang devisa terbesar negara di tengah krisis pandemi COVID-19.
"Kita harus bersinergi dan menunjukkan hal positif dari sawit karena memang komoditas ini terbukti mampu mengangkat ekonomi masyarakat. Kami dari GAPKI Riau juga akan mengadakan edukasi bagi stakeholders termasuk dunia pendidikan, semoga kedepan kita dapat bersama-sama menjaga sumber penyumbang devisa negara ini dari berbagai kampanye hitam," tuturnya. Baca: Ada Kampanye Negatif Sawit di Soal Ujian SD di Kampar, Formasi Protes.
Sebelumnya dugaan kampanye negatif salah satu komoditas unggulan Indonesia, kelapa sawit, ditemukan menjadi materi ujian di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Baca Juga: Polisi Akhirnya Tangkap Korlap Penjarahan Ratusan Rumah Karyawan Sawit.
Materi ujian tersebut direspon keras mahasiswa yang menilai kampanye negatif sawit telah berlangsung secara sistematis dengan menyasar anak-anak sekolah, sementara tanaman palma dan produk turunannya itu telah menjadi bagian dari penyumbang devisa terbesar negara di tengah krisis pandemi COVID-19.
(nag)
Lihat Juga :