Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Antrean Mengular, Pengunjung McDonald's Karawang Barat Dibubarkan

loading...
Antrean Mengular, Pengunjung McDonalds Karawang Barat Dibubarkan
Kerumunan massa di gerai makanan cepat saji McDonalds Karawang Barat, Jawa Barat, Rabu (9/6/2021). Foto/SINDOnews/Nilakusuma
KARAWANG - Satgas COVID-19 Karawang membubarkan kerumunan massa di McDonald's Karawang Barat, Rabu (9/6/2021). Tim satgas datang setelah terjadi kerumunan dalam antrean di gerai makanan cepat saji tersebut. Antrean terjadi sejak pagi dan sempat terjadi saling dorong karena rebutan untuk ke depan loket.

Baca juga: Rampok Perawat Hingga Terluka, 2 Begal Kambuhan Bandung Dihadiahi Timah Panas

"Kami tidak mentoleransi setiap kerumunan selama masih pandemi COVID-19. Kita sudah meminta pengelola restauran agar membubarkan massa jika sudah melampaui kapasitas. Hari ini laporan dari tim sudah dibubarkan," kata Wakil Ketua Satgas COVID-19 Karawang, Letkol Inf Medi Hario Wibowo.

Baca juga: Keren, Pria Blitar Ini Mampu Ciptakan Sepeda Tenaga Matahari



Medi yang juga menjabat Komandan Kodim 0604 Karawang mengatakan, pihaknya selalu merespons cepat jika masyarakat melapor ada kerumunan. Seperti yang terjadi hari ini, Satgas COVID-19 langsung meluncur ke lokasi gerai McDonald's. "Kami bubarkan untuk kebaikan semua orang. Jadi harap maklum jika kami bertindak tegas,"

Sementara menurut pegawai McDonald's, Febri Rizqi mengatakan minat masyarakat Karawang membeli paket BTS Meal cukup tinggi. Sejak pagi terjadi antrean panjang hingga karyawan kewalahan melayani permintaan." Iya penuh sejak pagi hingga siang ini masi antre," katanya, Rabu (9/6/21).

Febri mengatakan mengantisipasi penyebaran COVID-19 pihaknya menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pengunjung tidak menggunakan masker diminta keluar gerai. " Pengunjung wajib menggunakan protokol kesehatan," karanya.

Sementara itu, salah seorang ojek online, Nana mengatakan, dirinya sudah dua jam menunggu panggilan berdasarkan nomer antrean. Namun belum juga dipanggil. Dia mengaku pesan satu paket seharga Rp50 ribu. "Untungnya konsumen saya baik hati, meski lama dia tidak mau membatalkan pesanan," katanya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top