Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Pasien COVID-19 Membeludak, Ruang Isolasi Tiga RSUD di Bandung Barat Penuh

loading...
Pasien COVID-19 Membeludak, Ruang Isolasi Tiga RSUD di Bandung Barat Penuh
Ruang isolasi di RSUD Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat saat ini kondisinya penuh akibat adanya peningkatan kasus. Foto/Dok.SINDOnews
BANDUNG BARAT - Ruang perawatan pasien COVID-19 di tiga RSUD milik Pemda Kabupatan Bandung Barat (KBB) saat ini penuh 100%. Membeludaknya pasien ini seiring melonjaknya temuan kasus COVID-19 dalam beberapa pekan terakhir di beberapa kecamatan.

Baca juga: Ada Penambahan Dua Klaster COVID-19, KBB Kembali Masuk Zona Merah

Data Dinas Kesehatan KBB menunjukkan angka bed occupancy rate (BOR) atau tingkat kemanfaatan tempat tidur rumah sakit bagi pasien COVID-19 sudah penuh. Seperti di RSUD Lembang 15 tempat tidur, RSUD Cililin 24, dan RSUD Cikalongwetan ada 15 tempat tidur.

Baca juga: Memilukan, Anak Menangis Histeris Melihat Ibunya Terlindas Truk di Pantura Tuban



"Saat ini kondisi keterisian tempat tidur bagi pasien COVID-19 di tiga RSUD itu sudah penuh," terang Kabid Pelayanan Kesehatan Dinkes KBB, Wishnu Pramulo Ady, Selasa (7/6/2021).

Dia menjelaskan, untuk di RSUD Lembang semua 15 itu adalah tempat tidur. Sementara di RSUD Cililin dari 24 tempat tidur 2 bad di antaranya dipakai ruang ICU. Sedangkan di RSUD Cikalongwetan dari 15 bad yang ada, sebanyak 13 bad dan 2 bad sisinya adalah ruang ICU.

Sebenarnya di KBB ada juga rumah sakit swasta yang menyediakan ruang rawat bagi pasien COVID-19, yakni RS Karisma Cimareme dan RS Cahaya Kawaluyaan Kota Baru Parahyangan. Namun keterisian dan bad yang kosong di dua rumah sakit itu tidak secara intens dilaporkan ke Dinkes.

Wishnu menilai penuhnya ruang isolasi di KBB diduga disebabkan banyaknya warga terpapar COVID-19 karena abai protokol kesehatan saat libur Lebaran 2021. Seperti kemunculan kasus di Cibogo Lembang dan salah satu pusat perbelanjaan di Padalarang

"Mungkin saat libur Lebaran kemarin, mobilitas tinggi jadi ada kunjungan silaturahmi ke kerabat. Faktor lainnya akibat adanya pendatang luar daerah," sebutnya.

Sebagai antisipasi, lanjut dia, Dinas Kesehatan mengambil langkah darurat dengan cara menambah ruang rawat pasien COVID-19 dengan menggeser dari ruang rawat pasien umum. Rencananya di RSUD Cililin dari 24 jadi 30 tempat tidur, RSUD Lembang dari 14 jadi 20, dan RSUD Cikalongwetan dari 15 jadi 30 tempat tidur.



"Rencana itu antisipasi kondisi darurat karena khawatir pasien terus bertambah. Makanya disesuaikan dengan kondisi di lapangan," tandasnya.
(shf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top