Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Terus Meningkat, Demam Berdarah di Karawang Mencapai 457 Kasus dan 2 Meninggal

loading...
Terus Meningkat, Demam Berdarah di Karawang Mencapai 457 Kasus dan 2 Meninggal
Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Karawang terus meningkat. Ilustrasi/SINDOnews
KARAWANG - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Karawang terus meningkat. Saat ini tercatat sudah 457 kasus DBD dan dua orang meninggal dunia. Kasus DBD ini hampir mendekati kasus COVID-19 dengan 482 kasus. Masyarakat diminta mewaspadai penyebaran DBD dengan 3 M dan membersihkan lingkungan.

"Jumlah pasien DBD terbilang tinggi hingga awal Juni ini. Namun dibandingkan tahun lalu angka ini masih rendah. Tapi kita harus tetap waspada, agar terhindar dari penyakit DBD dengan menjaga kebersihan," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Karawang, Yayuk Sri Rahayu, Senin (7/6/21).

Menurut Yayuk, berdasarkan data sementara terdapat 10 wilayah dengan kasus DBD cukup besar yaitu Kecamatan Telukjambe dengan 135 kasus, Adiarsa 51 kasus, Wadas 38 kasus, Cikampek 32 kasus, Karawang 27 kasus, Klari 22 kasus, Nagasari 21 kasus, Karawang kulon 13 kasus dan Tanjungpura 13 kasus.

Sementara dua orang meninggal dunia yaitu diwilayah Adiarsa dan Plawad. "Kasus DBD mulai naik signifikan sejak April lalu hingga Juni ini," sebutnya. Baca: Ngebut di Tikungan, Truk Pengangkut Ayam Terlempar dari Jalan Tol.



Yayuk mengatakan kasus DBD biasanya terjadi saat pergantian musim. Masyarakat diminta mewaspadai dengan menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar. "Langkah pertama melakukan 3 M untuk mencegah kasus DBD. Pencegahan juga bisa dilakukan dengan menjauhkan siklus perkembangbiakan nyamuk," pungkasnya. Baca Juga: Sepak Terjang 4 Pembobol Kartu Kredit WNA Berakhir di Tangan Polda Jatim.
(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top