Tangis Histeris Pecah di Alor, Sambut Kedatangan Korban Penembakan Sadis Teroris KKB
Minggu, 06 Juni 2021 - 14:12 WIB
loading...
Hujan tangis mewarnai kedatangan jenazah korban penembakan teroris KKB Papua di Kabupaten Alor, NTT. Foto/iNews TV/Danny Manu
A
A
A
ALOR - Suara tangis histeris mewarnai rumah duka korban penembahan teroris Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua . Bahkan, adik almarhum Habel Alengpen langsung pisan saat melihat peti jenazah diturunkan dari mobil ambulans.
Baca juga: 3 Jam Kontak Tembak, Pasukan TNI-Polri Akhirnya Kuasai Bandara Aminggaru Ilaga Papua
Habel Alengpen tewas ditembak oleh anggota teroris KKB di Kabupaten Puncak, Papua. Jenazahnya dipulangkan ke tanah kelahirannya di Kabupaten Alor, NTT. Warga Kampung Butuwei, Desa Pante Deere, Kabupaten Alor, merasa sangat kehilangan atas kepergian almarhum.
Sejak tahun 2018, almarhum Habel Alengpen merantau ke Papua . Tepatnya sejak kedua orang tuanya meninggal dunia. "Almarhum tidak memiliki keluarga di Kabupaten Puncak. Makanya kami berupaya membantunya untuk bisa dipulangkan ke tanah kelahirannya," ujat Kepala Dispenda Kabupaten Puncak, Fabianus Ado.
Baca juga: Gelar Pesta dan Wayang hingga Larut Malam, Rumah Bu Kades Digeruduk Satgas COVID-19
Pemulangan jenazah korban penembakan brutal ini dilakukan Pemkab Puncak, bersama Paguyuban Flobarmora, dan dewan gereja. Jenazah dipulangkan menggunakan pesawat carteran Dinomin Air. "Korban selama ini merantau ke Papua, untuk bekerja," ujar orang tua asuh almarhum Habel Alengpen, Chyron Darius Alengpen.
Baca juga: Dalam Semalam Sesar Cimandiri dan Lempeng Eurasia Akibatkan Selatan Jawa Barat Bergetar
Almarhum baru sekitar satu tahun tinggal di Ilaga, menjadi pekerja pembangunan gedung gereja. Sebelumnya, almarhum sempat bekerja sebagai sopir di Jayapura. Korban tewas setelah ditembak secara brutal oleh anggota teroris KKB dalam perjalanan pulang dari Pasar Ilaga.
Baca juga: 3 Jam Kontak Tembak, Pasukan TNI-Polri Akhirnya Kuasai Bandara Aminggaru Ilaga Papua
Habel Alengpen tewas ditembak oleh anggota teroris KKB di Kabupaten Puncak, Papua. Jenazahnya dipulangkan ke tanah kelahirannya di Kabupaten Alor, NTT. Warga Kampung Butuwei, Desa Pante Deere, Kabupaten Alor, merasa sangat kehilangan atas kepergian almarhum.
Sejak tahun 2018, almarhum Habel Alengpen merantau ke Papua . Tepatnya sejak kedua orang tuanya meninggal dunia. "Almarhum tidak memiliki keluarga di Kabupaten Puncak. Makanya kami berupaya membantunya untuk bisa dipulangkan ke tanah kelahirannya," ujat Kepala Dispenda Kabupaten Puncak, Fabianus Ado.
Baca juga: Gelar Pesta dan Wayang hingga Larut Malam, Rumah Bu Kades Digeruduk Satgas COVID-19
Pemulangan jenazah korban penembakan brutal ini dilakukan Pemkab Puncak, bersama Paguyuban Flobarmora, dan dewan gereja. Jenazah dipulangkan menggunakan pesawat carteran Dinomin Air. "Korban selama ini merantau ke Papua, untuk bekerja," ujar orang tua asuh almarhum Habel Alengpen, Chyron Darius Alengpen.
Baca juga: Dalam Semalam Sesar Cimandiri dan Lempeng Eurasia Akibatkan Selatan Jawa Barat Bergetar
Almarhum baru sekitar satu tahun tinggal di Ilaga, menjadi pekerja pembangunan gedung gereja. Sebelumnya, almarhum sempat bekerja sebagai sopir di Jayapura. Korban tewas setelah ditembak secara brutal oleh anggota teroris KKB dalam perjalanan pulang dari Pasar Ilaga.
(eyt)
Lihat Juga :