Jiwa Pancasila Harus Ditanamkan pada Generasi Penerus sejak Anak Bersekolah
Sabtu, 05 Juni 2021 - 08:44 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, Pancasila juga membantu memberikan arah dan tujuan bangsa supaya tercapai dengan maksimal. Bahkan yang terpenting, dasar negara bisa menjadi alat untuk menyatukan bangsa.
“Jiwa Pancasila harus ditanamkan kepada generasi penerus sejak anak bersekolah di tingkat TK, SD, SMP, SLTA hingga perguruan tinggi, yang diharapkan kedepan cinta Pancasila mereka tidak pudar,” ujar legislator PDI Perjuangan ini.
Sementara menurut Kepala Badan Kesbangpol Jateng Haerudin, penanaman nilai Pancasila pada generasi muda akan semakin membuat mereka pintar, memiliki sikap toleransi, kohesif, dan punya literasi keagamaan yang baik. Pancasila juga akan menjadi jatidiri generasi muda sebagai penerus.
Dia mengatakan ada strategi khusus dalam menanamkan nilai Pancasila pada generasi muda. Menurutnya, pengamalan tidak boleh dilakukan dengan metode indoktrinasi. Fleksibilitas harus dilakukan.
“Bahkan berkomunikasi secara informal paling efektif pada kondisi saat ini, selain sering melakukan silaturahmi. Pola itu sangat tepat dan mampu dipahami oleh masyarakat terutama kalangan anak muda, jika dibanding dengan pendekatan formal,” katanya. Baca: Asyik Pesta Sabu, 10 Warga Merangin Jambi Dibekuk Polisi.
“Jiwa Pancasila harus ditanamkan kepada generasi penerus sejak anak bersekolah di tingkat TK, SD, SMP, SLTA hingga perguruan tinggi, yang diharapkan kedepan cinta Pancasila mereka tidak pudar,” ujar legislator PDI Perjuangan ini.
Sementara menurut Kepala Badan Kesbangpol Jateng Haerudin, penanaman nilai Pancasila pada generasi muda akan semakin membuat mereka pintar, memiliki sikap toleransi, kohesif, dan punya literasi keagamaan yang baik. Pancasila juga akan menjadi jatidiri generasi muda sebagai penerus.
Dia mengatakan ada strategi khusus dalam menanamkan nilai Pancasila pada generasi muda. Menurutnya, pengamalan tidak boleh dilakukan dengan metode indoktrinasi. Fleksibilitas harus dilakukan.
“Bahkan berkomunikasi secara informal paling efektif pada kondisi saat ini, selain sering melakukan silaturahmi. Pola itu sangat tepat dan mampu dipahami oleh masyarakat terutama kalangan anak muda, jika dibanding dengan pendekatan formal,” katanya. Baca: Asyik Pesta Sabu, 10 Warga Merangin Jambi Dibekuk Polisi.
Lihat Juga :