Hidup di Tengah Pandemi COVID-19, Ini Kata Rektor Kampus NU

Minggu, 24 Mei 2020 - 16:51 WIB
loading...
Hidup di Tengah Pandemi...
Tim medis COVID-19 di ruang isolasi perawatan pasien Corona di Rumah Sakit Husada Utama Surabaya. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A A A
SURABAYA - Skenario new normal atau pola hidup normal baru mulai digaungkan di masyarakat. Hal itu menyusul pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini, sehingga membutuhkan adaptasi masyarakat dalam pranata kehidupannya.

(Baca juga: Titik Air Mata Wali Kota Malang dan Perawat COVID-19 di Malam Takbiran )

Masyarakat diharapkan mampuberadaptasi dalam situasi pandemi COVID-19, dengan cara mejadikan perilaku hidup bersih sebagai kebiasaan sesuai protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, sampai nantinya vaksin COVID-19 ditemukan.

Segaimana diungkapkan oleh Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Achmad Jazidie. Pria yang telah menyandang gelar profesor ini menuturkan, bahwa mau tidak mau manusia harus beradaptasi dengan era baru yang disebut-sebut sebagai new normal life tersebut.

Setiap individu, kata dia, harus mempersiapkan mental dan fisik agar tetap mampu bertahan hidup menghadapi kondisi ini. Kondisi di mana COVID-19 merubah manusia menjadi tidak gampang percaya dengan membatasi kegiatan atau aktivitas yang seringkali dilakukan sebelum pandemi berlangsung. "Salah satunya disiplin menerapkan protokol kesehatan," tuturnya.

Menurutnya, saat ini ada kesan orang tidak mudah percaya dengan orang lain. "Tapi itu nanti yang akan dianggap sebagai sebuah kewajaran baru," imbuhnya.

Pada akhirnya, lanjut Jazidie, masyarakat akan terbiasa saling memaklumi. Hanya saja yang penting adalah masing-masing pribadi harus mempersiapkan mental dan fisik untuk mengadaptasikan diri dengan tuntutan-tuntutan pola kehidupan yang baru.

"Jadi harus adaptif. Karena manusia sebenarnya adalah makhluk sosial yang adaptif. Sangat adaptif," tandasnya.

Tuntutan-tuntutan new normal itu mengharuskan manusia menggunakan bekal adaptasi yang sudah dimiliki. Seperti tubuh manusia yang dilengkapi oleh suatu sistem.

"Lihat saja sistem pengaturan suhu tubuh. Kalau masuk ke daerah yang dingin, sebentar kemudian akhirnya merasa kedinginan. Tapi sesaat tubuh ini sudah bisa menyesuaikan dirinya. Jadi by nature tubuh kita ini dilengkapi kemampuan mengadaptasi diri," jelasnya.

Sama halnya dengan kejiwaan atau psikologis. Mekanisme tubuh manusia dilengkapi dengan kemampuan adaptasi yang luar biasa.

"Psikis juga begitu. Melihat situasi yang berubah seperti ini, maka ada proses dinamika dalam kejiwaan kita dalam pikiran kita kemudian menyesuaikan dengan tuntutan-tuntutan baru," kata Prof Jazidie menambahkan.

Ia mengingatkan, hal-hal yang prinsip seperti halal haram tidak bisa ditawar-tawar lagi. Meskipun dengan alasan adaptasi.

"Itu yang mestinya haram lalu dengan alasan tuntutan kedaruratan tiba-tiba halal. Bukan seperti itu. Jadi hal yang prinsip yang itu ada tuntutan agama misalkan, tidak bisa ditawar lagi dengan alasan apapun kecuali keadaan yang memaksa," pungkasnya.
(eyt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Unusa Pelatihan Volunter...
Unusa Pelatihan Volunter untuk Program Pembelajaran Anak Marginal di Sidoarjo
Wujudkan Pesantren Sehat,...
Wujudkan Pesantren Sehat, Dosen Unusa Berdayakan Santri Kelola Sampah Bernilai Ekonomi
Tim Dosen Unusa dan...
Tim Dosen Unusa dan Unesa Dorong Pengembangan Polindes Menjadi Laktasi Center
Hadiri IDC, Ridwan Kamil...
Hadiri IDC, Ridwan Kamil Sebut Pandemi Covid-19 Percepat Disrupsi Digital
Jus Pala, Inovasi Bisnis...
Jus Pala, Inovasi Bisnis UMKM saat Pandemi Covid-19 yang Kini Kian Berkembang
Awas! Ada Peningkatan...
Awas! Ada Peningkatan Kasus Aktif Covid-19 di Gunungkidul
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Alumni Relawan RSDC...
Alumni Relawan RSDC Wisma Atlet Hadiri Reuni dan Halalbihalal di Markas Marinir
Mitigasi Inklusif Kolaboratif...
Mitigasi Inklusif Kolaboratif Organisasi Jadi Model Ideal Hadapi Bencana Non Alam Pandemi
Rekomendasi
Finnet dan Kemenhub...
Finnet dan Kemenhub Kolaborasi Percepat Digitalisasi Pembayaran Layanan Maritim
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Meksiko Gulung Afrika Selatan 2-0
Korea Selatan vs Republik...
Korea Selatan vs Republik Ceko: Konsistensi Kontra Jago Bola Mati
Berita Terkini
BEM UI Gelar Aksi di...
BEM UI Gelar Aksi di Bundaran HI, Pengendara Diimbau Cari Rute Alternatif
Mahasiswa Turun ke Jalan...
Mahasiswa Turun ke Jalan Hari Ini, 4.151 Personel Gabungan Dikerahkan
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
GTV Targetkan Ribuan...
GTV Targetkan Ribuan Peserta Liga Bintang Juara, Siapkan Babak Nasional di Jakarta
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved