Satgas Pangan Polda Jatim Turun Cek Harga Kedelai, Ada Apa?
Kamis, 03 Juni 2021 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
Informasi dari salah satu agen sub distributor kedelai di Tulungagung, imbuh Farman, saat ini harga kedelai di agen Rp10.500 per kg, dalam kemasan 25 kg. Sedangkan jika dijual eceran harganya Rp10.750 per kg. Sedangkan di distributor kedelai di Tulungagung, CV. Polowijo menjual kedelai di harga Rp10.300 per kg. “Dari informasi importir dan distributor, stok kedelai masih cukup namun harga masih tinggi,” imbuhnya.
Baca juga: Waspadai Penawaran Properti Abal-abal, Polrestabes Surabaya Ungkap Penipuan Investasi Smartkost
Menurutnya, harga yang tinggi itu disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama harga internasional atau dari negara asalnya seperti Amerika dan Brazil sudah tinggi. Sedangkan kebutuhan kedelai untuk bahan baku tahu tempe di dalam negeri, sekitar 80% masih bergantung pada impor. Selain itu, ada kenaikan biaya transportasi kapal karena dampak dari pandemi COVID-19. “Saat ini perusahaan perkapalan yang beroperasi masih sedikit akibat pandemi COVID-19," tandasnya.
Farman mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi tingginya harga kedelai. Yakni berkoordinasi dengan dinas terkait, apakah perlu diadakan operasi pasar di wilayah yang harga kedelainya tinggi atau tidak. “Kami juga terus melakukan pengecekan harga langsung ke distributor-distributor di seluruh wilayah dengan memberdayakan Satgas Pangan tingkat kabupaten," pungkasnya.
Baca juga: Waspadai Penawaran Properti Abal-abal, Polrestabes Surabaya Ungkap Penipuan Investasi Smartkost
Menurutnya, harga yang tinggi itu disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama harga internasional atau dari negara asalnya seperti Amerika dan Brazil sudah tinggi. Sedangkan kebutuhan kedelai untuk bahan baku tahu tempe di dalam negeri, sekitar 80% masih bergantung pada impor. Selain itu, ada kenaikan biaya transportasi kapal karena dampak dari pandemi COVID-19. “Saat ini perusahaan perkapalan yang beroperasi masih sedikit akibat pandemi COVID-19," tandasnya.
Farman mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah untuk mengatasi tingginya harga kedelai. Yakni berkoordinasi dengan dinas terkait, apakah perlu diadakan operasi pasar di wilayah yang harga kedelainya tinggi atau tidak. “Kami juga terus melakukan pengecekan harga langsung ke distributor-distributor di seluruh wilayah dengan memberdayakan Satgas Pangan tingkat kabupaten," pungkasnya.
(msd)
Lihat Juga :