PKK Gowa Juara Pertama Kegiatan Penurunan Angka Stunting Tingkat Sulsel
Kamis, 03 Juni 2021 - 09:58 WIB
loading...
A
A
A
Priska Adnan menyebutkan dalam video tersebut dipaparkan berbagai langkah yang telah dilakukan mulai dari pelatihan kader, pembenahan posyandu, pengaruh pola asuh terhadap kesehatan anak dan bayi 1000 HPK gizi selama masa kehamilan, menyusui dan MP Asi.
"Tantangan kita ke depan adalah mencetak generasi emas dan itu tidak bisa dipenuhi jika gizi anak masih kurang. Nah salah satu cara yang kita lakukan adalah kita buat kampanye pemberian ASI eksklusif kepada bayi karena pemberian asi kepada bayi 61 persen berisiko bebas stunting. Kita edukasi terus menurus kepada ibu hamil terlebih sekarang kebanyakan yang lebih memilih susu formula," tambahnya.
Dikatakan, Priska saat ini angka stunting Balita di Kabupaten Gowa berada di angka 6,10 persen per Februari 2021 lalu atau mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2019 (36,90 persen) dan tahun 2020 (6,26 persen).
"Angka stunting di Gowa pernah tinggi sekali karena data yang tidak valid, sehingga 2 tahun ini selain melatih kader Posyandu kami juga melakukan pembenahan administrasi posyandu sehingga anak yang ditimbang bisa diketahui penyebabnya dimana, dan setelah itu barulah didapatkan data riil yang alhamdulillah sangat menurun," jelasnya.
Baca Juga: Angka Prevalensi Stunting di KBB Sudah di Bawah Persentase Nasional
"Tantangan kita ke depan adalah mencetak generasi emas dan itu tidak bisa dipenuhi jika gizi anak masih kurang. Nah salah satu cara yang kita lakukan adalah kita buat kampanye pemberian ASI eksklusif kepada bayi karena pemberian asi kepada bayi 61 persen berisiko bebas stunting. Kita edukasi terus menurus kepada ibu hamil terlebih sekarang kebanyakan yang lebih memilih susu formula," tambahnya.
Dikatakan, Priska saat ini angka stunting Balita di Kabupaten Gowa berada di angka 6,10 persen per Februari 2021 lalu atau mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2019 (36,90 persen) dan tahun 2020 (6,26 persen).
"Angka stunting di Gowa pernah tinggi sekali karena data yang tidak valid, sehingga 2 tahun ini selain melatih kader Posyandu kami juga melakukan pembenahan administrasi posyandu sehingga anak yang ditimbang bisa diketahui penyebabnya dimana, dan setelah itu barulah didapatkan data riil yang alhamdulillah sangat menurun," jelasnya.
Baca Juga: Angka Prevalensi Stunting di KBB Sudah di Bawah Persentase Nasional
Lihat Juga :