Gubernur Wahidin Berhentikan 20 Pejabat Dinkes Banten
Kamis, 03 Juni 2021 - 07:05 WIB
loading...
A
A
A
Komarudin juga mengaku, para pejabat eselon III dan IV yang dipanggil tersebut semuanya hadir. "Kita sudah panggil 20 orang yang menandatangani surat pengunduran diri dan mereka datang semua, dan sudah kita dapatkanlah kepastian bahwa betul ga mengundurkan diri," kata Komarudin.
Dari pengakuan para pejabat tersebut, ternyata tidak seluruhnya memundurkan diri secara sungguh - sungguh. "Ya ga seluruhnya. Jadi ada beberapa kategori gitu lah ya, ada yang memang berniat sungguh-sungguh mundur, dan ada indikasi mengajak-ngajak ada juga yang memang niat mundur tapi untuk diri sendirinya saja," katanya.
Baca juga: Gempar, Bule Bayar Parkir di Bandara Ngurah Rai Bali hingga Rp9,6 Juta
Namun kata Komarudin, ada juga yang setengah-setengah yang ikut-ikutan, hanya solidaritas, yang lain tanda tangan, ikut tanda tangan. "Alasan mundur macam-macam, paling tidak kita coba kelompokan dua faktor. Baik itu faktor internal maupun eksternal, nah kemudian sebenarnya secara keseluruhan mereka mengakui bahwa itu adalah cara yang salah, cara yang tidak tepat," kata dia.
Karena mereka tidak bermaksud membuat ini gaduh. Artinya apa yang dilakukan tidak diharapkan, tidak disangka mendapat respons yang beragam. "Kalau bicara pekerjaan yang menekan, semua pekerjaan juga sama, saat ini pasti begitu," ujar dia.
Usai dilakukan pemeriksan tidak satupun pejabat yang memundurkan diri mau dimintai keterangan. Bahkan, Kepala Dinkes yang juga hadir ke Pendopo Gubernur tidak mau menjawab pertanyaan wartawan.
Diketahui, sebanyak 20 pejabat yang memundurkan diri, setelah rekanya berinisial L ditahan oleh Kejati Banten dalam kasus korupsi pengadaan masker pada Kamis (27/5/2021) lalu. Para pejabat ini diperiksa oleh BKD sejak pukul 08.00 WIB.
Dari pengakuan para pejabat tersebut, ternyata tidak seluruhnya memundurkan diri secara sungguh - sungguh. "Ya ga seluruhnya. Jadi ada beberapa kategori gitu lah ya, ada yang memang berniat sungguh-sungguh mundur, dan ada indikasi mengajak-ngajak ada juga yang memang niat mundur tapi untuk diri sendirinya saja," katanya.
Baca juga: Gempar, Bule Bayar Parkir di Bandara Ngurah Rai Bali hingga Rp9,6 Juta
Namun kata Komarudin, ada juga yang setengah-setengah yang ikut-ikutan, hanya solidaritas, yang lain tanda tangan, ikut tanda tangan. "Alasan mundur macam-macam, paling tidak kita coba kelompokan dua faktor. Baik itu faktor internal maupun eksternal, nah kemudian sebenarnya secara keseluruhan mereka mengakui bahwa itu adalah cara yang salah, cara yang tidak tepat," kata dia.
Karena mereka tidak bermaksud membuat ini gaduh. Artinya apa yang dilakukan tidak diharapkan, tidak disangka mendapat respons yang beragam. "Kalau bicara pekerjaan yang menekan, semua pekerjaan juga sama, saat ini pasti begitu," ujar dia.
Usai dilakukan pemeriksan tidak satupun pejabat yang memundurkan diri mau dimintai keterangan. Bahkan, Kepala Dinkes yang juga hadir ke Pendopo Gubernur tidak mau menjawab pertanyaan wartawan.
Diketahui, sebanyak 20 pejabat yang memundurkan diri, setelah rekanya berinisial L ditahan oleh Kejati Banten dalam kasus korupsi pengadaan masker pada Kamis (27/5/2021) lalu. Para pejabat ini diperiksa oleh BKD sejak pukul 08.00 WIB.
(nic)
Lihat Juga :