Seniman Nyoman Nuarta Tak Terima Desain Istana Ibu Kota Negara Baru Disebut Plagiat
Selasa, 01 Juni 2021 - 20:15 WIB
loading...
A
A
A
"Garuda ada di mana-mana, tapi kan gayanya beda-beda termasuk karya saya juga. Meski banyak yang terilhami dari Burung Garuda tapi bentuknya tidak sama," kata seniman dari Tabanan, Bali, kelahiran 14 November 1951 ini.
Bagi pria yang juga memenangkan sayembara Monumen Proklamator (1979) ini, Burung Garuda bagi bangsa Indonesia adalah simbol persatuan. Selain itu Garuda juga menjadi pemererat bangsa, yang terdiri dari beragam etnis, agama, dan kepercayaan, sehingga menjadi rumah seluruh rakyat.
Lebih jauh dikatakannya, istana IKN baru akan menjadi Istana Kepresidenan yang benar-benar dibangun oleh anak bangsa berdasarkan pemikiran dan renungan tentang kekhasan Indonesia.
Sebab selama ini gedung Istana Kepresidenan seluruhnya merupakan warisan dari era kolonialisme, berupa bekas gedung atau rumah pribadi Gubernur Jenderal Belanda.
“Ini benar-benar karya otentik yang terinspirasi dari keberadaan Indonesia sebagai satu bangsa. Memang ada banyak negara menggunakan simbol burung, terutama Elang dan Rajawali, sebagai lambang negara. Tapi tak bisa dikatakan negara satunya menjiplak negara lainnya," tegasnya.
Bagi pria yang juga memenangkan sayembara Monumen Proklamator (1979) ini, Burung Garuda bagi bangsa Indonesia adalah simbol persatuan. Selain itu Garuda juga menjadi pemererat bangsa, yang terdiri dari beragam etnis, agama, dan kepercayaan, sehingga menjadi rumah seluruh rakyat.
Lebih jauh dikatakannya, istana IKN baru akan menjadi Istana Kepresidenan yang benar-benar dibangun oleh anak bangsa berdasarkan pemikiran dan renungan tentang kekhasan Indonesia.
Sebab selama ini gedung Istana Kepresidenan seluruhnya merupakan warisan dari era kolonialisme, berupa bekas gedung atau rumah pribadi Gubernur Jenderal Belanda.
“Ini benar-benar karya otentik yang terinspirasi dari keberadaan Indonesia sebagai satu bangsa. Memang ada banyak negara menggunakan simbol burung, terutama Elang dan Rajawali, sebagai lambang negara. Tapi tak bisa dikatakan negara satunya menjiplak negara lainnya," tegasnya.
(shf)
Lihat Juga :