Wali Kota New York Damprat Presiden Donald Trump
Senin, 20 April 2020 - 11:02 WIB
loading...
A
A
A
AS saat ini menjadi negara terparah di dunia yang dilanda pandemi Covid-19. Jumlah kasus atau orang yang terinfeksi Covid-19 di Amerika mencapai 763.579 orang dengan 40.524 di antaranya telah meninggal dan 70.938 pasien sembuh.
Negara terparah kedua adalah Spanyol dengan 198.674 kasus, 20.453 kematian dan 77.357 pasien disembuhkan. Italia menjadi negara terparah ketiga dengan memiliki 178.972 kasus, 23.660 kematian dan 47.055 pasien disembuhkan. (BACA JUGA: Al Azhar Mesir Sebut Covid-19 Bukan Alasan untuk Tak Berpuasa Selama Ramadhan)
Negara Bagian New York menjadi episentrum atau pusat dari wabah Covid-19. Di wilayah ini terdapat 247.215 kasus positif Covid-19 dengan 18.298 kematian.
Selama briefing hari Minggu, de Blasio juga menuduh presiden gagal mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk menentang dorongan Kongres dari kubu Partai Demokrat untuk pendanaan kota dan negara bagian yang kekurangan uang dengan menyetujui kesepakatan stimulus.
"Secara harfiah dengan menjentikkan jari, Donald Trump dapat memperbaikinya," kata wali kota tersebut merujuk pada mudahnya Trump untuk membuat keputusan untuk menyelamatkan New York City.
"Jika dia hanya mengucapkan kata itu, Senat akan meloloskan," ujarnya. "Jadi, Presiden Trump, apa yang terjadi?."
"Tuan Trump, Tuan Presiden, Apakah Anda akan menyelamatkan New York City, atau Anda menyuruh New York City untuk mati? Anda harus bicara sekarang," kesal de Blasio.
Negara terparah kedua adalah Spanyol dengan 198.674 kasus, 20.453 kematian dan 77.357 pasien disembuhkan. Italia menjadi negara terparah ketiga dengan memiliki 178.972 kasus, 23.660 kematian dan 47.055 pasien disembuhkan. (BACA JUGA: Al Azhar Mesir Sebut Covid-19 Bukan Alasan untuk Tak Berpuasa Selama Ramadhan)
Negara Bagian New York menjadi episentrum atau pusat dari wabah Covid-19. Di wilayah ini terdapat 247.215 kasus positif Covid-19 dengan 18.298 kematian.
Selama briefing hari Minggu, de Blasio juga menuduh presiden gagal mengambil langkah-langkah yang diperlukan, termasuk menentang dorongan Kongres dari kubu Partai Demokrat untuk pendanaan kota dan negara bagian yang kekurangan uang dengan menyetujui kesepakatan stimulus.
"Secara harfiah dengan menjentikkan jari, Donald Trump dapat memperbaikinya," kata wali kota tersebut merujuk pada mudahnya Trump untuk membuat keputusan untuk menyelamatkan New York City.
"Jika dia hanya mengucapkan kata itu, Senat akan meloloskan," ujarnya. "Jadi, Presiden Trump, apa yang terjadi?."
"Tuan Trump, Tuan Presiden, Apakah Anda akan menyelamatkan New York City, atau Anda menyuruh New York City untuk mati? Anda harus bicara sekarang," kesal de Blasio.
Lihat Juga :