Miris, Rumah Kontrakan Istri Ajudan Soekarno Berakhir 1 Juni, Tepat di Hari Lahir Pancasila
Senin, 31 Mei 2021 - 22:07 WIB
loading...
A
A
A
"Saya juga ndak tahu ternyata ramai dan diviralkan di medsos. Mungkin tangan Tuhannya begitu, wong saya juga ndak kenal. Ini hanya soal cerita kemanusiaan saja. Dia ajudannya Bung Karno kok, sama seperti saat saya membantu yang di Semarang (Kapten Sanjoto) yang juga pernah mengawal Bung Karno. Setelah ini mudah-mudahan kawan-kawan yang ada di Jabar, Depok dan sekitarnya bisa membantu (Oma Koesno),” ungkapnya.
Sebelum kisahnya membantu membayarkan biaya kontrakan, Ganjar mengatakan pernah membantu keluarga itu beberapa kali. "Sebenarnya ada cucunya Oma Koesno, kalau tidak salah namanya Roland. Ketika itu ada di media massa, kemudian ada yang CC ke medsos saya. Saya kan tidak tahu awalnya, kemudian saya minta cari. Ternyata cucunya Oma Koesno ini sudah mengirimkan direct message ke saya, kemudian kami ngobrol di sana," kata Ganjar.
Baca juga: Ngeyel Tetap Mudik Lebaran, 484 Pegawai Pemkot Semarang Akhirnya Dipecat
Awalnya, Roland menceritakan bahwa Oma Koesno sudah sakit-sakitan. Usianya sudah 80 tahun lebih dan sering keluar masuk rumah sakit. "Kemudian saya tanya apa masalahnya, ternyata biaya rumah sakit. Oke, nanti saya bantu," katanya saat itu.
Ternyata permasalahan tidak selesai sampai di sana. Selang beberapa bulan kemudian, Ganjar dihubungi lagi oleh keluarga Oma Koesno. Permasalahan kedua adalah tentang tagihan listrik atau PDAM yang katanya menunggak sehingga akan dicabut. "Saya lupa, entah listrik atau PDAM. Kemudian saya minta staff saya cek ternyata betul, tiga bulan belum dibayar. Kemudian saya bantu," bebernya.
Ganjar menegaskan, negara harus memberikan perhatian dan bantuan kepada orang-orang yang telah berjasa bagi negara. Tak hanya para pejuang, para atlet dan orang-orang berprestasi yang pernah mengharumkan nama bangsa, harus diperhatikan. "Orang-orang yang telah berjasa atau mengharumkan nama bangsa, kalau nasibnya tidak bagus maka wajib hukumnya kita membantu," tegasnya.
Sebelum kisahnya membantu membayarkan biaya kontrakan, Ganjar mengatakan pernah membantu keluarga itu beberapa kali. "Sebenarnya ada cucunya Oma Koesno, kalau tidak salah namanya Roland. Ketika itu ada di media massa, kemudian ada yang CC ke medsos saya. Saya kan tidak tahu awalnya, kemudian saya minta cari. Ternyata cucunya Oma Koesno ini sudah mengirimkan direct message ke saya, kemudian kami ngobrol di sana," kata Ganjar.
Baca juga: Ngeyel Tetap Mudik Lebaran, 484 Pegawai Pemkot Semarang Akhirnya Dipecat
Awalnya, Roland menceritakan bahwa Oma Koesno sudah sakit-sakitan. Usianya sudah 80 tahun lebih dan sering keluar masuk rumah sakit. "Kemudian saya tanya apa masalahnya, ternyata biaya rumah sakit. Oke, nanti saya bantu," katanya saat itu.
Ternyata permasalahan tidak selesai sampai di sana. Selang beberapa bulan kemudian, Ganjar dihubungi lagi oleh keluarga Oma Koesno. Permasalahan kedua adalah tentang tagihan listrik atau PDAM yang katanya menunggak sehingga akan dicabut. "Saya lupa, entah listrik atau PDAM. Kemudian saya minta staff saya cek ternyata betul, tiga bulan belum dibayar. Kemudian saya bantu," bebernya.
Ganjar menegaskan, negara harus memberikan perhatian dan bantuan kepada orang-orang yang telah berjasa bagi negara. Tak hanya para pejuang, para atlet dan orang-orang berprestasi yang pernah mengharumkan nama bangsa, harus diperhatikan. "Orang-orang yang telah berjasa atau mengharumkan nama bangsa, kalau nasibnya tidak bagus maka wajib hukumnya kita membantu," tegasnya.
Lihat Juga :