Gaya Kepemimpinan Ganjar Pranowo Dipuji seperti Jokowi di Kedung Banteng

Senin, 31 Mei 2021 - 15:00 WIB
loading...
Gaya Kepemimpinan Ganjar...
Konsolidasi Garda Relawan Indonesia Semesta (GARIS) yakni relawan pendukung Ganjar Pranowo melakukan konsolidasi di Kedung Banteng, Banyumas, Jateng. Foto/Ist
A A A
BANYUMAS - Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Garda Relawan Indonesia Semesta (GARIS) yakni relawan pendukung Ganjar Pranowo, melakukan konsolidasi di Kedung Banteng, Banyumas , Jateng.

Baca juga: Disindir Kebelet Nyapres, Ganjar Pamer Makan Mi Instant "Satu Kurang Dua Kebanyakan"

Dalam pertemuan berkemas halal bihalal tersebut, nama Ganjar Pranowo dilimpahi pujian. Dalam menjalankan kepemimpinannya Gubernur Ganjar dinilai memiliki banyak kesamaan dengan Presiden Jokowi.

Baca juga: Menyayat Hati, Curhat Pengantin Perempuan yang Pasangannya Tewas Loncat dari Lantai 7 Hotel

Bekerja nyata, turun ke lapangan, sekaligus mendengarkan aspirasi serta keluhan rakyat secara langsung. "Saya ini orang Jawa Timur, tapi mengagumi tokoh dari Jawa tengah, yaitu Pak Gubernur Ganjar Pranowo dan Pak Jokowi selaku Presiden Indonesia. Beliau tokoh yang bekerja nyata dan langsung turun ke lapangan, dan mendengarkan aspirasi serta keluhan rakyat secara langsung. Kita harus ikuti jejak beliau," ujar Wakil Sekretaris Umum GARIS, Anang Sugiyarto di sela-sela acara.

Pertemuan yang dikemas halal bihalal itu berlangsung Minggu (30/5/2021). Karena situasi pandemi COVID-19, peserta yang terlibat berjumlah terbatas. Protokoler kesehatan diberlakukan secara ketat. Ketua Umum GARIS Gatotkoco Suroso hadir di acara. Juga sejumlah fungsioaris, di antaranya Steve Yuno Akay Sekretaris umum, serta Sri Kaswati Bendahara umum.

Koordinator Relawan GARIS Banyumas, Farih Nur Dwi Prasetyo menyebut, Banyumas adalah salah satu daerah yang potensial di Jawa tengah.

Untuk mengkreasinya diperlukan banyak sentuhan tangan. "Kita banyak kearifan lokal namun masih banyak yang belum paham bagaimana cara untuk membuat menjadi populer," ungkapnya.

Wakil Ketua Umum GARIS, Wisnu Wardhana menambahkan, gotong royong dan niat adalah modal paling utama untuk membangkitkan kreatif berbasis kearifan lokal. Bagi Wisnu gotong adalah ruh budaya kita yang mengandung kearifan lokal itu sendiri.

Menurut Bendahara Umum GARIS Sri Kaswati, pertanian yang meninggalkan pupuk kimia adalah salah satu bentuk kearifan lokal yang perlu digalakkan lagi. Kepedulian terhadap pupuk organik harus terus dibangkitkan.

Kehadiran GARIS bertujuan membantu menjawab berbagai keluhan yang muncul di masyarakat. "Intinya kita akan hadir disaat masyarakat butuh pendamping, program pemerintah. Presiden Joko Widodo harus kita kawal agar tepat sasaran, bantu masyarakat dengan terjun ke lapangan langsung," kata Sri Kaswati.

Sekretaris umum GARIS Steve Yono menambahkan, nilai luhur yang terkait budaya atau kuliner lokal adalah inovasi yang tidak ternilai. Untuk bisa didengar, diketahui sekaligus diterima wisatawan domestik maupun mancanegara, harus bersinergi dengan tekhnologi.

Dihubungi Sindonews.com Senin (31/5/2021), Ketua Umum GARIS Gatotkoco Suroso menegaskan, fokus GARIS saat ini pada pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal. Para relawan berusaha membantu pelaksanaan program pemerintah di masyarakat.

Penulis novel Jokowi si Tukang Kayu asal Boyolali tersebut juga mengatakan belum berfikir soal Pemilihan Presiden 2024. "Apalagi saat pandemi ini kita boleh bekerja untuk mencari nafkah namun harus selalu mengedepankan peraturan pemerintah dan Protokoler kesehatan yang ketat, tolong taati peraturan pemerintah agar Kita terhindar dari Covid dan pandemi segera berlalu," ujar Gatotkoco.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Megawati Ziarah ke Makam...
Megawati Ziarah ke Makam Bung Karno, Hasto: Untuk Merawat Api Perjuangan yang Tak Pernah Padam
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Bea Cukai-BAIS TNI Bongkar...
Bea Cukai-BAIS TNI Bongkar Produksi Pita Cukai Ilegal di Jateng, Selamatkan Kerugian Negara Rp570 Miliar
Legislator PDIP Sebut...
Legislator PDIP Sebut Tragedi Bus ALS Alarm Keras Kegagalan Pengawasan Transportasi dan Infrastruktur Jalan
PDIP Desak Investigasi...
PDIP Desak Investigasi Menyeluruh Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Stasiun Bekasi Timur
Kunjungi Pengobatan...
Kunjungi Pengobatan Gratis di Tangerang, Marinus PDIP: Manfaatkan, Biaya Berobat Mahal
Politikus PDIP Ungkap...
Politikus PDIP Ungkap Dasco Pimpin Safari DPR ke Parpol Nonparlemen Minta Masukan RUU Pemilu
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Rekomendasi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak...
Kemlu Ungkap 2 WNI Awak Kapal Ikan Hilang di Perairan Busan Korsel
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved