Makassar Recover Dinilai Belum Maksimal Tekan Penyebaran Covid-19
Sabtu, 29 Mei 2021 - 11:57 WIB
loading...
A
A
A
"Beliau pak wali sudah ada wacana untuk melaksanakan MR ( Makassar Recover ). Salah satunya ada beberapa tim detector, ada juga program pengadaan truk kontainer di semua kelurahan. Itu banyak program yang menelan anggaran sampai miliaran, seharusnya itu semua sudah dijalankan," ucap dia.
Bahkan, Kartini mengaku belum melihat kerja-kerja yang dilakukan Tim Detektor Makassar Recover. Padahal sepengetahuannya, tim itu bekerja untuk turun langsung ke rumah masyarakat untuk melakukan skrining dan pengumpulan data terkait penyebaran Covid-19.
Baca Juga: Makassar Recover Sudah Habiskan Rp50 M, Penggunaan Anggaran Diharap Tepat Sasaran
Pendataan ini sebagai salah upaya untuk mendeteksi masyarat yang terpapar Covid-19 sebelum di tracking hingga ke tempat kerja atau pun tempat kumpul.
"Kalau saya lihat belum kelihatan (kerja tim detektor). Karena saya tanya-tanya juga orang, itu bilangnya belum. Apalagi di lingkungan saya, juga tidak jelas. Apakah ada dibentuk tim detektor atau tidak. Karena yang saya dengar itu per RT," ungkap dia.
"Jadi terkait lonjakan kasus, kalau bisa itu dijalankan sesuai rencana MR itu. Karena sudah berapa bulan itu progran MR tapi kok belum berjalan. Mana anggarannya cukup besar," keluh dia.
Bahkan, Kartini mengaku belum melihat kerja-kerja yang dilakukan Tim Detektor Makassar Recover. Padahal sepengetahuannya, tim itu bekerja untuk turun langsung ke rumah masyarakat untuk melakukan skrining dan pengumpulan data terkait penyebaran Covid-19.
Baca Juga: Makassar Recover Sudah Habiskan Rp50 M, Penggunaan Anggaran Diharap Tepat Sasaran
Pendataan ini sebagai salah upaya untuk mendeteksi masyarat yang terpapar Covid-19 sebelum di tracking hingga ke tempat kerja atau pun tempat kumpul.
"Kalau saya lihat belum kelihatan (kerja tim detektor). Karena saya tanya-tanya juga orang, itu bilangnya belum. Apalagi di lingkungan saya, juga tidak jelas. Apakah ada dibentuk tim detektor atau tidak. Karena yang saya dengar itu per RT," ungkap dia.
"Jadi terkait lonjakan kasus, kalau bisa itu dijalankan sesuai rencana MR itu. Karena sudah berapa bulan itu progran MR tapi kok belum berjalan. Mana anggarannya cukup besar," keluh dia.
Lihat Juga :