Masuki Musim Tanam Kedua, Menteri Pertanian Pastikan Stok Pupuk Aman
Sabtu, 29 Mei 2021 - 10:33 WIB
loading...
Memasuki musim tanam kedua pada bulan Juli hingga Desember, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan stok pupuk PT Pusri, dapat memenuhi kebutuhan petani. Foto SINDOnews
A
A
A
PALEMBANG - Memasuki musim tanam kedua pada bulan Juli hingga Desember, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memastikan stok pupuk PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri), dapat memenuhi kebutuhan petani.
"Saya melihat langsung kesiapan stok pupuk Pusri dalam pemenuhan target pupuk subsidi nasional dan sudah siap untuk mendukung musim tanam II," ujar Mentan Syahrul dalam kunjungan kerjanya meninjau ketersediaan stok pupuk di Gudang Pusri Palembang, Sabtu (29/5/2021). Baca juga:Stok Pupuk di Pantura Jelang Musim Tanam Dipastikan Tersedia
Syahrul juga berharap tidak lagi ada keterlambatan penyaluran pupuk subsidi ke petani. Apalagi penerima bantuan sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) ini sudah terdaftar dan tervalidasi dari tingkat kabupaten hingga Kementerian Pertanian."Ketersediaan pupuk ini dapat terpantau mulai dari lini 1 tingkat provinsi, lini 2 tingkat kabupaten dan lini 3 tingkat kecamatan dan seterusnya hingga tepat waktu di petani," ucapnya.
Dari pantauan tersebut, Syahrul menilai perlu ada penyempurnaan dari sisi pengemasan pupuk karena belum dilampirkan barcode. Sejauh ini, Pusri hanya mencantumkan kode industri."Jika dilengkapi barcode maka distribusi pupuk dapat terpantau karena kode penyaluran pupuk ke Sumatera, Jawa, dan Kalimatan dibuat berbeda-beda," lanjut Mentan.
Dirinya juga tidak menampik persoalan distribusi dan ketersediaan pupuk ini juga masih menjadi persoalan. Hingga kini permintaan terhadap pupuk subsidi mencapai 24 juta ton per tahun sementara kemampuan keuangan negara hanya mampu mendukung sebanyak 9 juta ton per tahun.
"Saya melihat langsung kesiapan stok pupuk Pusri dalam pemenuhan target pupuk subsidi nasional dan sudah siap untuk mendukung musim tanam II," ujar Mentan Syahrul dalam kunjungan kerjanya meninjau ketersediaan stok pupuk di Gudang Pusri Palembang, Sabtu (29/5/2021). Baca juga:Stok Pupuk di Pantura Jelang Musim Tanam Dipastikan Tersedia
Syahrul juga berharap tidak lagi ada keterlambatan penyaluran pupuk subsidi ke petani. Apalagi penerima bantuan sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) ini sudah terdaftar dan tervalidasi dari tingkat kabupaten hingga Kementerian Pertanian."Ketersediaan pupuk ini dapat terpantau mulai dari lini 1 tingkat provinsi, lini 2 tingkat kabupaten dan lini 3 tingkat kecamatan dan seterusnya hingga tepat waktu di petani," ucapnya.
Dari pantauan tersebut, Syahrul menilai perlu ada penyempurnaan dari sisi pengemasan pupuk karena belum dilampirkan barcode. Sejauh ini, Pusri hanya mencantumkan kode industri."Jika dilengkapi barcode maka distribusi pupuk dapat terpantau karena kode penyaluran pupuk ke Sumatera, Jawa, dan Kalimatan dibuat berbeda-beda," lanjut Mentan.
Dirinya juga tidak menampik persoalan distribusi dan ketersediaan pupuk ini juga masih menjadi persoalan. Hingga kini permintaan terhadap pupuk subsidi mencapai 24 juta ton per tahun sementara kemampuan keuangan negara hanya mampu mendukung sebanyak 9 juta ton per tahun.
Lihat Juga :