Cerita Cinta Dari Kampung China, Ratusan Tahun Menyatu Dalam Urat Nadi Manado
Minggu, 23 Mei 2021 - 17:19 WIB
loading...
A
A
A
Sejak ratusan tahun itu kemudian ada kawasan yang merupakan kumpulan orang-orang Tionghoa , dan dari sinilah kemudian dibangun Klenteng pertama di tanah Minahasa, Sulawesi Utara, yang namanya adalah Klenteng Ban Hin Kiong.
Berdasarkan catatan sejarahnya, klenteng dibangun sekitar tahun 1700-an, dan kemudian dilakukan beberapa kali renovasi, yang paling besar-besaran renovasinya dilakukan pada tahun 1918.
Baca juga: Dalam 2 Menit, 2 Gempa Bumi Bermagnitudo 5,0 dan 5,4 Guncang Barat Laut Banten
"Di sini ada pemimpin-pemimpin bangsa Tionghoa, yang namanya Kapiten Cina, atau Leutenant Cina. Mereka pemimpin-pemimpin yang dipilih oleh Belanda, untuk mengontrol orang-orang, termasuk pajak-pajak dan akhirnya dibuatkan juga satu dewan yang namanya Konghuan untuk mengelola Klenteng Ban Hin Kiong, dalam tata cara upacara," kata Sofyan Jimmy Yosadi
Dari sinilah kemudian mulai bermukim banyak pendatang-pendatang dari Tiongkok. Mereka datang berbondong-bondong menetap di sini, kemudian mulai menyebar berkembang menjadi Kampung China .
Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalur Madiun-Surabaya, Pemotor Tewas Hantam Truk Boks
Di Kampung China kurang lebih ada lima klenteng. Kemudian berkembang pada tahun 1955, dan dibangun lagi beberapa klenteng yang lain, termasuk Klenteng Kong Zi Miao yang sudah ditempati sejak tahun 1984, kemudian direnovasi pada tahun 2018.
"Kawasan Kampung China sendiri, sudah boleh dikata tidak lagi dihuni hanya orang Tionghoa saja, karena sudah akulturasi. Di sini ada orang Arab, dan juga Minahasa yang hidup membaur, bahkan sudah terjadi asimilasi kawin-mawin antar sesama etnis," terangnya.
Berdasarkan catatan sejarahnya, klenteng dibangun sekitar tahun 1700-an, dan kemudian dilakukan beberapa kali renovasi, yang paling besar-besaran renovasinya dilakukan pada tahun 1918.
Baca juga: Dalam 2 Menit, 2 Gempa Bumi Bermagnitudo 5,0 dan 5,4 Guncang Barat Laut Banten
"Di sini ada pemimpin-pemimpin bangsa Tionghoa, yang namanya Kapiten Cina, atau Leutenant Cina. Mereka pemimpin-pemimpin yang dipilih oleh Belanda, untuk mengontrol orang-orang, termasuk pajak-pajak dan akhirnya dibuatkan juga satu dewan yang namanya Konghuan untuk mengelola Klenteng Ban Hin Kiong, dalam tata cara upacara," kata Sofyan Jimmy Yosadi
Dari sinilah kemudian mulai bermukim banyak pendatang-pendatang dari Tiongkok. Mereka datang berbondong-bondong menetap di sini, kemudian mulai menyebar berkembang menjadi Kampung China .
Baca juga: Kecelakaan Maut di Jalur Madiun-Surabaya, Pemotor Tewas Hantam Truk Boks
Di Kampung China kurang lebih ada lima klenteng. Kemudian berkembang pada tahun 1955, dan dibangun lagi beberapa klenteng yang lain, termasuk Klenteng Kong Zi Miao yang sudah ditempati sejak tahun 1984, kemudian direnovasi pada tahun 2018.
"Kawasan Kampung China sendiri, sudah boleh dikata tidak lagi dihuni hanya orang Tionghoa saja, karena sudah akulturasi. Di sini ada orang Arab, dan juga Minahasa yang hidup membaur, bahkan sudah terjadi asimilasi kawin-mawin antar sesama etnis," terangnya.
(eyt)
Lihat Juga :