DP2KB Kolaborasi PKK Luwu Sosialisasi Keluarga Berencana di Larompong
Rabu, 19 Mei 2021 - 17:39 WIB
loading...
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu, Hayarna Hakim (kanan) berinteraksi dengan peserta sosialisasi keluarga berencana di Kecamatan Larompong, Rabu (19/5). Foto: SINDOnews/Chaeruddin
A
A
A
LUWU - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Luwu berkolaborasi Tim Penggerak PKK Kabupaten Luwu melakukan sosialisasi keluarga berencana di Kecamatan Larompong, Rabu (19/5).
Pada kegiatan ini, sedikitnya 30 orang yang ikut berpartisipasi menyukseskan program keluarga berencana (KB) dengan melakukan pemasangan dan pencabutan implan dan iud.
Baca juga:Fraksi Perindo DPRD Luwu Ajak Peserta Paripurna Doakan Masyarakat Palestina
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Luwu, Luther Bija menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah mengatur dan mengendalikan jarak kehamilan dalam rangka mewujudkan kebutuhan anak mendapatkan pola asuh, asah dan ASI terbaik.
"Pemerintah tidak pernah melarang masyarakat untuk mempunyai anak banyak, tetapi yang perlu diperhatikan bagaimana sebuah keluarga dapat menjaga jarak kehamilan dan kelahiran anaknya sehingga kebutuhan anak untuk mendapatkan pengasuhan, pendidikan dan ASI terbaik dapat terwujud," katanya.
Mantan Kadis Pariwisata Luwu ini melaporkan, hingga Maret 2021, peserta aktif KB di Kabupaten Luwu mencapai 33.084 orang atau sebesar 65,86 persen dari jumlah PUS (pasangan usia subur) sebanyak 50.234 orang.
Pada kegiatan ini, sedikitnya 30 orang yang ikut berpartisipasi menyukseskan program keluarga berencana (KB) dengan melakukan pemasangan dan pencabutan implan dan iud.
Baca juga:Fraksi Perindo DPRD Luwu Ajak Peserta Paripurna Doakan Masyarakat Palestina
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Luwu, Luther Bija menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan upaya pemerintah daerah mengatur dan mengendalikan jarak kehamilan dalam rangka mewujudkan kebutuhan anak mendapatkan pola asuh, asah dan ASI terbaik.
"Pemerintah tidak pernah melarang masyarakat untuk mempunyai anak banyak, tetapi yang perlu diperhatikan bagaimana sebuah keluarga dapat menjaga jarak kehamilan dan kelahiran anaknya sehingga kebutuhan anak untuk mendapatkan pengasuhan, pendidikan dan ASI terbaik dapat terwujud," katanya.
Mantan Kadis Pariwisata Luwu ini melaporkan, hingga Maret 2021, peserta aktif KB di Kabupaten Luwu mencapai 33.084 orang atau sebesar 65,86 persen dari jumlah PUS (pasangan usia subur) sebanyak 50.234 orang.
Lihat Juga :