Lembaga Masyarakat Adat Waropen Desak Pentolan Teroris OPM Ditangkap dan Dipenjara

Senin, 17 Mei 2021 - 20:29 WIB
loading...
Lembaga Masyarakat Adat...
Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Waropen Papua, Barens Agaki meminta warga masyarakat tidak memberikan simpati kepada teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM). Foto/iNews TV/Edy Siswanto
A A A
WAROPEN - Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Waropen meminta masyarakat Papua tidak terprovokasi dengan isu-isu menyesatkan pasca penangkapan Viktor Yeimo, juru bicara Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang menjadi dalang kerusuhan rasial 2019 lalu di Jayapura.

Baca juga: Markasnya Digempur Pasukan Elit TNI-Polri, Panglima TPNPB OPM Thitus Murib Kwalik Sebar Video Propaganda

Hal itu disampaikan Ketua LMA Waropen, Barens Agaki. Dengan tegas, dia meminta warga masyarakat Papua tidak memberikan simpati kepada teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM) seperti KNPB,United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan lainnya yang telah membuat kedamaian di Bumi Cenderawasih terganggu.

Baca juga: Dikepung Pasukan Elit TNI-Polri Kelompok Teroris OPM Terdesak, Media & Tokoh Pendukungnya Sebar Fitnah-Hoaks

"Sudah ditangkap dan saya minta Viktor Yeimo segera diproses hukum. Jangan lama-lama lagi, penjahat begitu segera kasih masuk dipenjara saja, termasuk aktor-aktor lainnya," kata Barens geram, Senin (17/5/2021).

Baca juga: Panglima TPNPB OPM Thitus Murib Kwalik Perintahkan Lawan Pasukan TNI-Polri usai Markasnya Digempur Pasukan Elit

Menurutnya, aktor dibalik kerusuhan rasial 2019 lalu tersebut tidak hanya Viktor Yeimo. Melainkan ada aktor intelektual lain yang juga mendanai aksi ribuan massa anarkis hingga adanya korban jiwa dan harta benda yang tidak sedikit.

"Tangkap juga yang mendanai itu, termasuk penyuplai anggaran untuk kelompok Papua Merdeka. Ini dana Otsus tidak merata ke masyarakat karena salah satunya untuk begini, dipakai untuk danai organisasi Papua Merdeka dan pergerakannya. Jadi harus diusut tuntas," tegasnya.

Barens menambahkan, jika ternyata aktor intelektual itu adalah pejabat Papua, maka harus diberikan sanksi tegas berupa pemecatan dan penjara.

"Hukum harus ditegakkan, kami dukung, mau pejabatkah atau siapa pun yang mendukung pemberontak harus ditangkap dan dipenjaakan. Negara tidak boleh kalah. Mereka ini makin lama makin berulah, sementara orang Papua banyak yang tidak suka dengan apa yang mereka lakukan," ucapnya.

Terakhir, dirinya meminta pemerintah dan aparat keamanan terus bersinergi dengan masyarakat adat untuk turut memfilter gerakan yang pro Papua Merdeka. Menurutnya, fungsi adat sangat penting dalam pencegahan tejadinya provokasi menyesatkan di lingkup akar rumput.

"Semua harus bersatupadu, bekerjasama untuk berantas ini. Kami LMA juga siap mendukung program pemerintah untuk pembangunan Papua dalam NKRI yang damai dan sejahtera," katanya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gempa Magnitudo 5,4...
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Sarmi Papua
Update Ledakan Bom Sisa...
Update Ledakan Bom Sisa Perang Dunia II di Biak Numfor Papua: 19 Orang Terluka, 55 Mengungsi
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Dana Otsus Papua 2026...
Dana Otsus Papua 2026 Capai Rp12,69 Triliun, Wempi Wetipo: Saatnya Evaluasi Menyeluruh
MBG di Papua Perkuat...
MBG di Papua Perkuat Gizi dan Gerakkan Ekonomi Lokal
Ratusan Peserta Padati...
Ratusan Peserta Padati Nobar Pesta Babi di Sekretariat PMKRI Jakarta Pusat
Semangat Otsus Harus...
Semangat Otsus Harus Tercermin dalam Desain Politik Papua
Investasi Jangka Panjang:...
Investasi Jangka Panjang: Kolaborasi Pendidikan demi Masa Depan Berkelanjutan di Papua
Terungkap! 3 Modus Propaganda...
Terungkap! 3 Modus Propaganda Disintegrasi yang Membonceng Film Pesta Babi
Rekomendasi
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
GenIUS Expo 2026 Dorong...
GenIUS Expo 2026 Dorong Siswa Kembangkan Potensi Diri melalui Karya dan Inovasi
Kuwait Tawarkan Minyak...
Kuwait Tawarkan Minyak ke Pembeli Asia, Pertama Kalinya Sejak Konflik Iran
Berita Terkini
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Generasi Hijau dari...
Generasi Hijau dari Lereng Merapi: Pemuda Boyolali Pimpin Masa Depan Peternakan Berkelanjutan
BMKG Ungkap Daftar Wilayah...
BMKG Ungkap Daftar Wilayah yang Bakal Alami Kemarau Panjang
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Terima Suap Rp15 Juta...
Terima Suap Rp15 Juta dan Urus Perkara, Hakim PN Cilacap Dipecat
Enam Tahun Penerjemahan,...
Enam Tahun Penerjemahan, Alkitab Bahasa Sunda Kini Hadir dalam Format Cetak dan Digital
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved