Pembangunan Jembatan Sumsel-Babel Dinilai Berdampak Negatif bagi Angkutan Penyeberangan
Senin, 17 Mei 2021 - 10:49 WIB
loading...
Pembangunan Jembatan Sumsel-Babel Dinilai Berdampak Negatif bagi Angkutan Penyeberangan. Foto/Ist
A
A
A
PALEMBANG - Pembangunan jembatan penghubung Sumatera Selatan ( Sumsel ) dan Bangka Belitung (Babel) digadang-gadang akan terus dilanjutkan.
Namun, timbul kecemasan bagi keberlangsungan hidup dari transportasi penyeberangan dan kegiatan ekonomi di sekitar wilayah tersebut yang saat ini tumbuh.
Ketua Bidang Tarif DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasadap) Rakhmatika Ardianto mengatakan, saat ini pelayanan penyeberangan Bangka-Palembang yang melalui Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA)-Tanjung Kalian bisa ditempuh kurang dari 3 jam.
Namun, dengan adanya jembatan tersebut jargon Presiden Joko Widodo dalam menghidupkan sektor maritim dinilai bakal tidak terwujud.
"Rencana pembangunan jembatan tersebut yang membutuhkan investasi belasan triliunan rupiah harusnya bisa dimanfaatkan untuk mendukung program Presiden Jokowi dalam mengembangkan jalur-jalur maritim," ujar Rakhmatika, Senin (17/5/2021).
Menurutnya, saat ini usaha di lintas penyeberangan tersebut perlu mendapatkan perhatian pemerintah.
Namun, timbul kecemasan bagi keberlangsungan hidup dari transportasi penyeberangan dan kegiatan ekonomi di sekitar wilayah tersebut yang saat ini tumbuh.
Ketua Bidang Tarif DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasadap) Rakhmatika Ardianto mengatakan, saat ini pelayanan penyeberangan Bangka-Palembang yang melalui Pelabuhan Tanjung Api-Api (TAA)-Tanjung Kalian bisa ditempuh kurang dari 3 jam.
Namun, dengan adanya jembatan tersebut jargon Presiden Joko Widodo dalam menghidupkan sektor maritim dinilai bakal tidak terwujud.
"Rencana pembangunan jembatan tersebut yang membutuhkan investasi belasan triliunan rupiah harusnya bisa dimanfaatkan untuk mendukung program Presiden Jokowi dalam mengembangkan jalur-jalur maritim," ujar Rakhmatika, Senin (17/5/2021).
Menurutnya, saat ini usaha di lintas penyeberangan tersebut perlu mendapatkan perhatian pemerintah.
Lihat Juga :