Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Antisipasi Gempa-Tsunami di Pulau Nias, BNPB: Perlu Mitigasi Konkret

loading...
Antisipasi Gempa-Tsunami di Pulau Nias, BNPB: Perlu Mitigasi Konkret
Warga Desa Himbosi, Sitoluori, Nias Utara berhamburan keluar rumah saat gempa bermagnitudo 6,7 mengguncang, Jumat (14/05/2021). Foto/MPI/Liansah Rangkuti
NIAS - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menilai, perlu mitigasi konkret untuk mengantisipasi dampak bencana gempa bumi besar dan tsunami di wilayah Gunung Sitoli dan Pulau Nias.

Baca juga: BREAKING NEWS: Gempa Dahsyat Bermagnitudo 7,2 Guncang Sumatera Utara

Diketahui, gempa bumi dengan magnitudo (M) 6,7 sempat mengagetkan masyarakat Pulau Nias, Provinsi Sumatera Utara. Kekuatan gempa mengakibatkan guncangan kuat hingga membuat masyarakat panik dan
berhamburan keluar rumah.

Baca juga: Trik Pemudik Hindari Penyekatan Arus Balik, Pulang Cepat Lewat Jalur Pantura Subang

Gempa yang terjadi Jumat (14/5/2021) pukul 13.33 WIB itu juga dirasakan masyarakat di wilayah administrasi lain di Pulau Nias, yaitu Kabupaten Kabupaten Nias, Nias Barat dan Nias Selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) merilis parameter III-IV MMI di wilayah Kota Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, Nias Barat dan Nias Selatan.



Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati menuturkan, merespons potensi dampak bahaya, masyarakat membutuhkan kesiapsiagaan untuk menyelamatkan diri.

"Gempa bumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu patut diwaspadai oleh masyarakat. BNPB selalu mengimbau masyarakat untuk waspada dan siap siaga dalam menghadapi tak hanya gempa bumi tetapi juga tsunami," kata Raditya dalam keterangan resminya, Sabtu (15/5/2021).

Menurutnya, masyarakat Pulau Nias dan sekitarnya memang berada di kawasan dengan potensi gempa bumi dan tsunami kelas sedang hingga tinggi, salah satunya Gunung Sitoli. Kota dengan enam kecamatan tersebut berada pada kategori sedang hingga tinggi potensi gempa bumi. Sedangkan 4 kecamatan di kota ini berada pada kategori yang sama untuk potensi bahaya tsunami.

Dia menjelaskan, kesiapsiagaan dalam menghadapi bahaya geologi ini tidak terlepas dari catatan sejarah ratusan tahun lalu. Berdasarkan Katalog Tsunami Indonesia Tahun 416-2018, sejumlah tsunami terjadi di barat daya Sumatera menunjukkan gempa bumi dan tsunami merupakan suatu keniscayaan.

"Misal pada periode 1800-1899 beberapa gempa besar memicu terjadinya tsunami. Gempa M7,2 pada 1843 mengakibatkan tsunami yang berdampak di Pulau Nias," ungkapnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top