Tangis Pecah di Bilik Karantina, Para Pahlawan Devisa Memedam Rindu di Hari Kemenangan
Jum'at, 14 Mei 2021 - 21:46 WIB
loading...
A
A
A
Suasana itu terlihat di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Disetiap bilik kamar, teras hingga pelataran, para PMI nampak mengaktifkan fitur video call. Mereka bersahutan menyapa sanak famili. Baca juga: BREAKING NEWS: Gempa Dahsyat Bermagnitudo 7,2 Guncang Sumatera Utara
"Minal Aidin Walfaidzin mak. Sepurone (maafkan) belum bisa pulang . Masih tertahan di Asrama Haji. Ini saya sendirian di kamar, yang lain sudah pada pulang," sapa Lilis Widyaningrum dari kamar Asrama Haji Surabaya, Jumat (14/5/2021).
Lilis merupakan satu diantara lusinan Pekerja Migran yang berlebaran di Karantina. PMI asal Singapura ini sudah tiga hari menanti surat keterangan negatif COVID-19 dan surat jalan untuk kembali ke daerahnya.
![Tangis Pecah di Bilik Karantina, Para Pahlawan Devisa Memedam Rindu di Hari Kemenangan]()
"Saya sejak Rabu (12/5) di sini. Teman-teman sekamar sudah pada keluar. Tinggal saya sendiri ini," ujarnya. Warga Mojokerto ini mengaku pulang ke Indonesia , lantaran masa kontrak kerjanya sudah habis. Baca juga: Warga Madina Lari Berhamburan Saat Kobaran Api Membakar Tambang Panas Bumi
"Minal Aidin Walfaidzin mak. Sepurone (maafkan) belum bisa pulang . Masih tertahan di Asrama Haji. Ini saya sendirian di kamar, yang lain sudah pada pulang," sapa Lilis Widyaningrum dari kamar Asrama Haji Surabaya, Jumat (14/5/2021).
Lilis merupakan satu diantara lusinan Pekerja Migran yang berlebaran di Karantina. PMI asal Singapura ini sudah tiga hari menanti surat keterangan negatif COVID-19 dan surat jalan untuk kembali ke daerahnya.

"Saya sejak Rabu (12/5) di sini. Teman-teman sekamar sudah pada keluar. Tinggal saya sendiri ini," ujarnya. Warga Mojokerto ini mengaku pulang ke Indonesia , lantaran masa kontrak kerjanya sudah habis. Baca juga: Warga Madina Lari Berhamburan Saat Kobaran Api Membakar Tambang Panas Bumi
Lihat Juga :