Perkuat Perlindungan Pekerja Migran melalui Penandatanganan MOU Strategis
Minggu, 21 Desember 2025 - 13:24 WIB
loading...
Foto: Doc. Istimewa
A
A
A
Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI Jaya secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) dalam rangkaian Rapat Kerja Cabang (RAKERCAB) HIPMI Jakarta Utara 2025. Kerja sama tersebut diwakili oleh Ketua Umum BPD HIPMI Jaya, M. Riandy Haroen dan diparaf oleh Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri pada Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dwi Setiawan Susanto.
Langkah ini diambil sebagai komitmen nyata para pengusaha muda untuk memperkuat ekosistem perlindungan, penempatan, dan kesejahteraan bagi para pekerja migran Indonesia.
Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri pada Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dwi Setiawan Susanto, Staf Khusus Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Bidang Mitigasi Risiko dan Optimalisasi Perlindungan, Penempatan, serta Kesejahteraan, Bintang Wahyu Saputra, Anggota DPRD DKI Jakarta, Oman Rohman Rakinda, serta Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Kota Administrasi Jakarta Utara, Noviar Dinaryanti.
Hadir sebagai pembicara utama, Staf Khusus Menteri P2MI Bidang Mitigasi Risiko & Optimalisasi Pelindungan, Bintang Wahyu Saputra, menekankan pentingnya peran pengusaha dalam meminimalisir risiko yang dihadapi pekerja migran. "Kolaborasi dengan HIPMI Jaya ini adalah langkah krusial untuk memastikan bahwa setiap proses penempatan tenaga kerja kita berjalan secara profesional dan bermartabat. Kita ingin membangun sistem yang mengoptimalkan perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka," ujar Bintang dalam sesi Keynote Speaker di DoubleTree by Hilton Hotel Kemayoran, Jumat (19/12).
Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Utara, Victor Herryanto, menyambut antusias kerja sama ini dan menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengawal implementasi program di tingkat cabang. "Penandatanganan MOU ini selaras dengan misi kami di Jakarta Utara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami berkomitmen untuk memastikan para tenaga kerja lokal di wilayah kami mendapatkan pembekalan keterampilan yang mumpuni agar mereka tidak hanya berkualitas, tetapi juga berdaya saing global dengan perlindungan yang maksimal," tegas Victor.
Langkah ini diambil sebagai komitmen nyata para pengusaha muda untuk memperkuat ekosistem perlindungan, penempatan, dan kesejahteraan bagi para pekerja migran Indonesia.
Acara ini turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Promosi dan Pemanfaatan Peluang Kerja Luar Negeri pada Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Dwi Setiawan Susanto, Staf Khusus Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Bidang Mitigasi Risiko dan Optimalisasi Perlindungan, Penempatan, serta Kesejahteraan, Bintang Wahyu Saputra, Anggota DPRD DKI Jakarta, Oman Rohman Rakinda, serta Kepala Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Kota Administrasi Jakarta Utara, Noviar Dinaryanti.
Hadir sebagai pembicara utama, Staf Khusus Menteri P2MI Bidang Mitigasi Risiko & Optimalisasi Pelindungan, Bintang Wahyu Saputra, menekankan pentingnya peran pengusaha dalam meminimalisir risiko yang dihadapi pekerja migran. "Kolaborasi dengan HIPMI Jaya ini adalah langkah krusial untuk memastikan bahwa setiap proses penempatan tenaga kerja kita berjalan secara profesional dan bermartabat. Kita ingin membangun sistem yang mengoptimalkan perlindungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka," ujar Bintang dalam sesi Keynote Speaker di DoubleTree by Hilton Hotel Kemayoran, Jumat (19/12).
Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Utara, Victor Herryanto, menyambut antusias kerja sama ini dan menyatakan kesiapan jajarannya untuk mengawal implementasi program di tingkat cabang. "Penandatanganan MOU ini selaras dengan misi kami di Jakarta Utara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Kami berkomitmen untuk memastikan para tenaga kerja lokal di wilayah kami mendapatkan pembekalan keterampilan yang mumpuni agar mereka tidak hanya berkualitas, tetapi juga berdaya saing global dengan perlindungan yang maksimal," tegas Victor.
Lihat Juga :