Usai Jalani Karantina, 5.038 PMI Sudah Dipulangkan ke Kampung Halaman
Sabtu, 08 Mei 2021 - 15:18 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, di Asrama Haji selalu dilakukan perawatan dengan penyemprotan desinfektan guna mencegah penyebaran virus COVID-19 sebanyak 3 kali dalam sehari. Para PMI juga diberikan kebutuhan konsumsi sebanyak tiga kali, yakni untuk sahur, makan siang dan berbuka.
Hingga Jumat (7/5/2021), posko sudah menyiapkan konsumsi sahur sebanyak 1.044 porsi, dam makan siang bagi yang tidak berpuasa sebanyak 300 porsi, serta buka puasa sebanyak 1.044 porsi. “Secara kumulatif, kami sudah menyiapkan 2.388 porsi makanan untuk para PMI yang di karantina di Asrama Haji Surabaya," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Sebut PSEL Surabaya Solusi Strategis Tangani Sampah
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, para PMI yang hendak kembali ke kampung halaman terlebih dulu menjalani karantina di Asrama Haji Surabaya. Mereka juga menjalani tes swab PCR. Jika hasilnya menunjukkan CT dibawah 25 akan dilakukan sequencing sample.
"Sequencingnya nanti akan diberikan kepada Institute of Tropical Disease (ITD) Unair dan di Litbangkes Jakarta. Kenapa disequencing, karena kita sama-sama melakukan langkah antisipasi dan mitigasi terhadap varian COVID-19 baru," kata Khofifah, Kamis (6/5/2021).
Hingga Jumat (7/5/2021), posko sudah menyiapkan konsumsi sahur sebanyak 1.044 porsi, dam makan siang bagi yang tidak berpuasa sebanyak 300 porsi, serta buka puasa sebanyak 1.044 porsi. “Secara kumulatif, kami sudah menyiapkan 2.388 porsi makanan untuk para PMI yang di karantina di Asrama Haji Surabaya," ujarnya.
Baca juga: Gubernur Khofifah Sebut PSEL Surabaya Solusi Strategis Tangani Sampah
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, para PMI yang hendak kembali ke kampung halaman terlebih dulu menjalani karantina di Asrama Haji Surabaya. Mereka juga menjalani tes swab PCR. Jika hasilnya menunjukkan CT dibawah 25 akan dilakukan sequencing sample.
"Sequencingnya nanti akan diberikan kepada Institute of Tropical Disease (ITD) Unair dan di Litbangkes Jakarta. Kenapa disequencing, karena kita sama-sama melakukan langkah antisipasi dan mitigasi terhadap varian COVID-19 baru," kata Khofifah, Kamis (6/5/2021).
Lihat Juga :