Gubernur Khofifah Sebut PSEL Surabaya Solusi Strategis Tangani Sampah
Sabtu, 08 Mei 2021 - 13:35 WIB
loading...
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mendorong kabupaten/kota lain di Jatim untuk juga melakukan pengelolaan sampah menjadi energi guna menyikapi persoalan lingkungan.Foto/dok
A
A
A
SURABAYA - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mendorong kabupaten/kota lain di Jatim untuk juga melakukan pengelolaan sampah menjadi energi guna menyikapi persoalan lingkungan. Apalagi pengembangan pembangkit jenis ini juga telah tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018.
Menurut Khofifah, Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) menjadi salah satu pilihan logis atas volume sampah yang kian menggunung, namun terkendala luasan lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Baca juga: Berita Duka! Mantan Bupati Lamongan Fadeli Meninggal Dunia
“Semua daerah punya persoalan yang sama terhadap sampah. Saya optimistis daerah lain juga bisa meniru langkah Kota Surabaya dalam mengelola sampah ini karena lahan yang dibutuhkan tidak terlalu luas. Yang penting didukung dengan teknologi yang maju dan mapan,” katanya, Sabtu (8/5/2021)
Khofifah tidak menampik bahwa dibutuhkan investasi yang besar untuk membangun PSEL. Namun jika pengelolaan sampah masih dilakukan secara tradisional, Jatim justru akan mengalami darurat sampah. Mengingat tidak mudah mencari lahan untuk membuka lagi TPA baru untuk menampung sampah-sampah yang dikumpulkan dari masyarakat.
“Jangan sampai Jatim mengalami Darurat Sampah. Pilihan lain selain PSEL misalnya mengubah sampah menjadi briket atau aspal. Hal ini harus mulai segera dilakukan karena volume sampah setiap hari kian menggunung,” tuturnya.
Baca juga: Olah Sampah Jadi Listrik, Jokowi: Surabaya Wujudkan Impian Saya
Menurut Khofifah, Pengolahan Sampah Energi Listrik (PSEL) menjadi salah satu pilihan logis atas volume sampah yang kian menggunung, namun terkendala luasan lahan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Baca juga: Berita Duka! Mantan Bupati Lamongan Fadeli Meninggal Dunia
“Semua daerah punya persoalan yang sama terhadap sampah. Saya optimistis daerah lain juga bisa meniru langkah Kota Surabaya dalam mengelola sampah ini karena lahan yang dibutuhkan tidak terlalu luas. Yang penting didukung dengan teknologi yang maju dan mapan,” katanya, Sabtu (8/5/2021)
Khofifah tidak menampik bahwa dibutuhkan investasi yang besar untuk membangun PSEL. Namun jika pengelolaan sampah masih dilakukan secara tradisional, Jatim justru akan mengalami darurat sampah. Mengingat tidak mudah mencari lahan untuk membuka lagi TPA baru untuk menampung sampah-sampah yang dikumpulkan dari masyarakat.
“Jangan sampai Jatim mengalami Darurat Sampah. Pilihan lain selain PSEL misalnya mengubah sampah menjadi briket atau aspal. Hal ini harus mulai segera dilakukan karena volume sampah setiap hari kian menggunung,” tuturnya.
Baca juga: Olah Sampah Jadi Listrik, Jokowi: Surabaya Wujudkan Impian Saya
Lihat Juga :