Ratusan Penumpang Tiba di Pelabuhan Ajatappareng Parepare
Sabtu, 08 Mei 2021 - 08:16 WIB
loading...
Para penumpang dari Pelabuhan Nunukang disemprot disimpektan saat tiba di Pelabuhan Ajatappareng Parepare. Foto: Sindonews/Darwiaty Dalle
A
A
A
PAREPARE - Sebanyak 69 Pekerja Migran Indonesia (PMI) deportan dan 65 penumpang umum yang dikecualikan, tiba di Pelabuhan Ajatappareng Kota Parepare, Jumat (07/05/2021) kemarin, menumpangi KM Thalia Express dari Pelabuhan Nunukan, Kalimantan Utara.
Para penumpang melalui proses pemeriksaan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Parepare bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan KKP Kelas I Makassar Wilker Parepare, sebelum diizinkan turun dari kalal. Pemeriksaan terkait surat keterangan serta melakukan Rapid test kepada seluruh PMI dan melakukan pemeriksaan protokol kesehatan secara ketat dengan menyemprot disinfektan.
Baca Juga: Pemkot Parepare Usul 122 CPNS Formasi 2021
Koordinator KKP Kelas I Makassar Wilayah Kerja Parepare, Nurhayati mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan, tiga PMI Deportan dinyatakan reaktif dan selanjutnya akan diserahkan ke BP2MI untuk mengambil tindakan karena mereka tidak memiliki gejala, namun hasil Rapid Anti bodi reaktif.
“Kita gunakan dua metode, yakni swab antigen dan hasilnya negatif, serta metode rapid anti bodinya. Dan hasil ini anti bodi IGG nya ini yang reaktif. Surat rapid tes dari Nunukan menyatakan negatif, Cuma kita tracing kontak karena ada temannya yang positif, tapi tidak diberangkatkan. Cuma antisipasinya, kita lakukan tracing kontak,” papar Nurhayati.
Para penumpang melalui proses pemeriksaan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Parepare bersama Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) dan KKP Kelas I Makassar Wilker Parepare, sebelum diizinkan turun dari kalal. Pemeriksaan terkait surat keterangan serta melakukan Rapid test kepada seluruh PMI dan melakukan pemeriksaan protokol kesehatan secara ketat dengan menyemprot disinfektan.
Baca Juga: Pemkot Parepare Usul 122 CPNS Formasi 2021
Koordinator KKP Kelas I Makassar Wilayah Kerja Parepare, Nurhayati mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan, tiga PMI Deportan dinyatakan reaktif dan selanjutnya akan diserahkan ke BP2MI untuk mengambil tindakan karena mereka tidak memiliki gejala, namun hasil Rapid Anti bodi reaktif.
“Kita gunakan dua metode, yakni swab antigen dan hasilnya negatif, serta metode rapid anti bodinya. Dan hasil ini anti bodi IGG nya ini yang reaktif. Surat rapid tes dari Nunukan menyatakan negatif, Cuma kita tracing kontak karena ada temannya yang positif, tapi tidak diberangkatkan. Cuma antisipasinya, kita lakukan tracing kontak,” papar Nurhayati.
Lihat Juga :