Limbahnya Mencemari, Wakil Rakyat Blitar Tuding Investasi PT Greenfields Tak Bermanfaat
Jum'at, 07 Mei 2021 - 13:29 WIB
loading...
A
A
A
PT Greenfields mengklaim telah melakukan investasi Rp612 miliar. Bisnis susu skala ekspor tersebut juga diklaim bermitra dengan 250 peternak dan 3.000 tenaga kerja tidak langsung. PT Greenfields merupakan anak usaha JAPFA group yang bergerak di bidang produksi susu. Produk PT Greenfields diekspor ke Singapura, Hongkong, Malaysia dan Brunei Darussalam.
Pada tahun 2020, Greenfields menargetkan 10.000 ekor sapi perah dengan produksi 50 juta liter. Menurut Wasis, dengan nilai investasi sebesar itu, ia tidak melihat keuntungan buat Pemkab Blitar, khususnya masyarakat Blitar. Sepengetahuan Wasis, dirinya tidak melihat adanya sumbangan APBD dari PT Greenfields.
"Kalau ada manfaatnya bagi Kabupaten Blitar, tentu ukurannya adalah PAD. Buktinya mana?," tanya Wasis. Kehadiran PT Greenfields di Wlingi juga tidak membuka lapangan kerja buat masyarakat Blitar. Sebab hampir seluruh operasional yang ada di Greenfields, menggunakan perkakas mesin.
Baca juga: Pemudik Motor Ini Lolos Penyekatan dari Jakarta ke Sragen, Ternyata Jalan Ini yang Dilalui
Wasis tidak yakin mereka yang saat ini bekerja di Greenfields adalah warga Kabupaten Blitar. Malah yang terjadi, limbah PT Greenfields sempat mencemari lingkungan sekitar. Banyak ikan di sungai yang mati. Berangkat dari itu, Wasis meminta Pemkab Blitar mempertimbangkan rencana PT Greenfields meluaskan bisnis di wilayah Kecamatan Doko.
PT Greenfields telah mengambil alih HGU seluas 467 hektar dari PT Sari Bumi Kawi (PT SBK). Saat ini proses peralihan hak (IPH) telah berjalan di Jakarta. Selama sengketa dengan 120 warga Dusun Tlogo Gentong dan Tlogo Mas, tidak tuntas, Wasis menolak kehadiran PT Greenfields di wilayah Kecamatan Doko.
Pada tahun 2020, Greenfields menargetkan 10.000 ekor sapi perah dengan produksi 50 juta liter. Menurut Wasis, dengan nilai investasi sebesar itu, ia tidak melihat keuntungan buat Pemkab Blitar, khususnya masyarakat Blitar. Sepengetahuan Wasis, dirinya tidak melihat adanya sumbangan APBD dari PT Greenfields.
"Kalau ada manfaatnya bagi Kabupaten Blitar, tentu ukurannya adalah PAD. Buktinya mana?," tanya Wasis. Kehadiran PT Greenfields di Wlingi juga tidak membuka lapangan kerja buat masyarakat Blitar. Sebab hampir seluruh operasional yang ada di Greenfields, menggunakan perkakas mesin.
Baca juga: Pemudik Motor Ini Lolos Penyekatan dari Jakarta ke Sragen, Ternyata Jalan Ini yang Dilalui
Wasis tidak yakin mereka yang saat ini bekerja di Greenfields adalah warga Kabupaten Blitar. Malah yang terjadi, limbah PT Greenfields sempat mencemari lingkungan sekitar. Banyak ikan di sungai yang mati. Berangkat dari itu, Wasis meminta Pemkab Blitar mempertimbangkan rencana PT Greenfields meluaskan bisnis di wilayah Kecamatan Doko.
PT Greenfields telah mengambil alih HGU seluas 467 hektar dari PT Sari Bumi Kawi (PT SBK). Saat ini proses peralihan hak (IPH) telah berjalan di Jakarta. Selama sengketa dengan 120 warga Dusun Tlogo Gentong dan Tlogo Mas, tidak tuntas, Wasis menolak kehadiran PT Greenfields di wilayah Kecamatan Doko.
Lihat Juga :