Duh Miris! Ternyata Tingkat Pendidikan Perempuan Milenial Jabar Hanya SMP
Kamis, 06 Mei 2021 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
"Dari perempuan milenial itu, hanya 54,73% yang taman SMP. Smenatra perempuan milenial yang tamat SMA dan Perguruan Tinggi hanya sebesar 45,27%," kata Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Dyah Anugrah Kuswardani mengatakan saat webinar dengan tema “Kiprah Perempuan Milenial dalam Pembangunan”, Kamis, (6/5/2021).
Atas data tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa masih adanya kesenjangan antara perempuan dan laki-laki walaupun mereka lahir sebagai generasi milenial. Kesenjangan ini juga terjadi antara perempuan milenial di perkotaan dan perdesaan. Di mana, perempuan dengan tingkat pendidikan SMP mayoritas ada di pedesaan.
Menurut dia, webinar ini sendiri digelar sebagai upaya mendorong perempuan lebih maju, seiring peringatan Hari Kartini April lalu. Selain itu, dan rangka menyosialisasikan pemanfaatan data yang dihasilkan BPS kepada masyarakat Indonesia seperti SP2020. Sehingga dapat memberikan gambaran partisipasi perempuan dalam pendidikan dan perekonomian.
Sementara itu, menurut Antik Bintari sebagai peneliti riset gender, terkait pemberdayaan perempuan dan kesetaraan pendidikan, dimana isu perempuan merupakan isu lintas sektoral.
Terdapat lima cara untuk memberdayakan perempuan salah satunya menyediakan pendidikan. Karena pendidikan bagi perempuan merupakan titik awal perubahan kehidupan perempuan yang berdampak pada kemajuan masyarakat yang lebih luas. Antik juga menyampaikan berbagai isu dan persoalan ketidaksetaraan pendidikan yang dihadapi oleh perempuan.
Atas data tersebut, kata dia, menunjukkan bahwa masih adanya kesenjangan antara perempuan dan laki-laki walaupun mereka lahir sebagai generasi milenial. Kesenjangan ini juga terjadi antara perempuan milenial di perkotaan dan perdesaan. Di mana, perempuan dengan tingkat pendidikan SMP mayoritas ada di pedesaan.
Menurut dia, webinar ini sendiri digelar sebagai upaya mendorong perempuan lebih maju, seiring peringatan Hari Kartini April lalu. Selain itu, dan rangka menyosialisasikan pemanfaatan data yang dihasilkan BPS kepada masyarakat Indonesia seperti SP2020. Sehingga dapat memberikan gambaran partisipasi perempuan dalam pendidikan dan perekonomian.
Sementara itu, menurut Antik Bintari sebagai peneliti riset gender, terkait pemberdayaan perempuan dan kesetaraan pendidikan, dimana isu perempuan merupakan isu lintas sektoral.
Terdapat lima cara untuk memberdayakan perempuan salah satunya menyediakan pendidikan. Karena pendidikan bagi perempuan merupakan titik awal perubahan kehidupan perempuan yang berdampak pada kemajuan masyarakat yang lebih luas. Antik juga menyampaikan berbagai isu dan persoalan ketidaksetaraan pendidikan yang dihadapi oleh perempuan.
(shf)
Lihat Juga :