Gandeng Ciamis, Agree Bidik Kerja Sama dengan 35 Sentra Pertanian
Kamis, 06 Mei 2021 - 11:37 WIB
loading...
A
A
A
Agree, sambung dia, sudah memiliki lebih dari 15.000 pendaftar dengan pengguna aktif di kisaran mendekati 1.000 mitra petani. Umumnya mereka menggunakan aplikasi guna memantau proses agribisnis, seperti pendaftaran kemitraan, pencatatan aktivitas budidaya, pengajuan modal, dan transaksi ke offtaker/pembeli grosir.
"Aplikasi juga bisa memantau proses pembiayaan dan transaksi para pelaku agribisnis. Data ini yang kemudian bisa dimanfaatkan dengan sinergi BUMN seperti oleh Bank Mandiri. Semuanya terekam di sistem, sehingga memudahkan pengambilan keputusan," katanya.
Baskara mengatakan, ke depannya, pihaknya akan menerapkan sistem berbagi hasil per transaksi maupun biaya berlangganan kepada offtaker. Saat ini, fokusnya adalah memperkenalkan aplikasi di tengah belum semua petani/peternak/pekebun merubah pola aktivitasnya.
"Kolaborasi ekosistem ini sebenarnya memberi banyak kepastian kepada pelaku usaha dibandingkan pola konvensional yang ditekan oleh tengkulak. Tinggal kami biasakan mereka agar terbiasa merubah kebiasaan dengan bekerja lebih cerdas dan terhubung ekosistem," pungkasnya.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan, petani di Kabupaten Ciamis juga banyak yang telah merasakan manfaatnya dari inklusi keuangan itu. Hal tersebut memudahkan dalam hal transaksi. Baik secara tunai maupun non-tunai. "Itu pun pastinya sudah pernah dilakukan oleh para petani di Kabupaten Ciamis,” tegas dia.
Di masa pandemi ini, Herdiat mengatakan bahwa pertanian menjadi bidang yang dilirik. Ini dibuktikan dengan data 2020, sektor pertanian merupakan satu-satunya lapangan usaha yang tumbuh positif. Pada saat PDB nasional terkontraksi 2,07%, justru, kata Herdiat, sektor pertanian tumbuh malah 1,75% di sepanjang tahun lalu.
"Aplikasi juga bisa memantau proses pembiayaan dan transaksi para pelaku agribisnis. Data ini yang kemudian bisa dimanfaatkan dengan sinergi BUMN seperti oleh Bank Mandiri. Semuanya terekam di sistem, sehingga memudahkan pengambilan keputusan," katanya.
Baskara mengatakan, ke depannya, pihaknya akan menerapkan sistem berbagi hasil per transaksi maupun biaya berlangganan kepada offtaker. Saat ini, fokusnya adalah memperkenalkan aplikasi di tengah belum semua petani/peternak/pekebun merubah pola aktivitasnya.
"Kolaborasi ekosistem ini sebenarnya memberi banyak kepastian kepada pelaku usaha dibandingkan pola konvensional yang ditekan oleh tengkulak. Tinggal kami biasakan mereka agar terbiasa merubah kebiasaan dengan bekerja lebih cerdas dan terhubung ekosistem," pungkasnya.
Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengatakan, petani di Kabupaten Ciamis juga banyak yang telah merasakan manfaatnya dari inklusi keuangan itu. Hal tersebut memudahkan dalam hal transaksi. Baik secara tunai maupun non-tunai. "Itu pun pastinya sudah pernah dilakukan oleh para petani di Kabupaten Ciamis,” tegas dia.
Di masa pandemi ini, Herdiat mengatakan bahwa pertanian menjadi bidang yang dilirik. Ini dibuktikan dengan data 2020, sektor pertanian merupakan satu-satunya lapangan usaha yang tumbuh positif. Pada saat PDB nasional terkontraksi 2,07%, justru, kata Herdiat, sektor pertanian tumbuh malah 1,75% di sepanjang tahun lalu.
Lihat Juga :