Lolos Terbang Dari Brunei Darusalam, PMI Asal Tulungagung Ini Positif COVID-19
Rabu, 05 Mei 2021 - 22:09 WIB
loading...
A
A
A
Istri dan tiga anak NA juga ikut dikarantina . Menurut Agus, seminggu lagi petugas akan kembali melakukan swab test kepada yang bersangkutan. "Jika hasilnya negatif, yang bersangkutan dibolehkan pulang," kata Agus.
Baca juga: Banyak Masalah, Wakil Rakyat Tolak Perluasan Bisnis Susu PT Greenfields di Blitar
Kepulangan buruh migran berlangsung bergelombang. Yang tercatat hingga Selasa (4/5/2021), ada 130 buruh migran yang sudah pulang ke Tulungagung. Sesuai data Disnakertrans, selama April-Mei ada sebanyak 1.204 buruh migran asal Tulungagung, yang habis masa kontraknya.
"Proses pemulangan mereka pemkab menjemput ke Surabaya dengan kendaraan bus," terang Agus. Pemeriksaan ketat terhadap buruh migran yang pulang kampung halaman ini dilakukan berlapis-lapis. Baca juga: Hadapi Lebaran, BBPJN Kebut Perbaikan Jalan Dalam Kota Palembang
Meski sudah lolos pemeriksaan di Asrama Haji Surabaya, mereka masih harus menjalani karantina selama lima hari di desa masing-masing. Setelah dinyatakan sehat, baru dibolehkan pulang ke rumah. Di rumah, mereka masih diharuskan melakukan karantina mandiri selama 14 hari. "Hal ini merupakan bagian penerapan protokol kesehatan secara ketat," pungkas Agus.
Baca juga: Banyak Masalah, Wakil Rakyat Tolak Perluasan Bisnis Susu PT Greenfields di Blitar
Kepulangan buruh migran berlangsung bergelombang. Yang tercatat hingga Selasa (4/5/2021), ada 130 buruh migran yang sudah pulang ke Tulungagung. Sesuai data Disnakertrans, selama April-Mei ada sebanyak 1.204 buruh migran asal Tulungagung, yang habis masa kontraknya.
"Proses pemulangan mereka pemkab menjemput ke Surabaya dengan kendaraan bus," terang Agus. Pemeriksaan ketat terhadap buruh migran yang pulang kampung halaman ini dilakukan berlapis-lapis. Baca juga: Hadapi Lebaran, BBPJN Kebut Perbaikan Jalan Dalam Kota Palembang
Meski sudah lolos pemeriksaan di Asrama Haji Surabaya, mereka masih harus menjalani karantina selama lima hari di desa masing-masing. Setelah dinyatakan sehat, baru dibolehkan pulang ke rumah. Di rumah, mereka masih diharuskan melakukan karantina mandiri selama 14 hari. "Hal ini merupakan bagian penerapan protokol kesehatan secara ketat," pungkas Agus.
(eyt)
Lihat Juga :