Prof Al Makin Dorong Pengenalan Keragaman melalui Pendidikan

Jum'at, 22 Mei 2020 - 10:40 WIB
loading...
Prof Al Makin Dorong...
Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Prof Al Makin menilai pendidikan saat ini belum mampu melahirkan paradigma yang inkulusif, sebaliknya malah mencetak orang-orang berpaham eksklusif. FOTO/DOK.UIN MALANG
A A A
YOGYAKARTA - Sikap menyeragamkan atau homogenisasi lahir dari minimnya pengetahuan tentang keragaman. Karena itu, penting mengenalkan suku, budaya, dan agama lain di tengah-tengah masyarakat, baik melalui pendidikan formal maupun nonformal.

Hal tersebut tersaji dalam diskusi virtual yang diadakan oleh Lembaga Kajian Dialektik (LKD) yang mengusung tema "Memperkokoh Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama", Kamis (21/05/2020). Hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut adalah Prof Al Makin (Guru Besar UIN Sunan Kalijaga) dan Rezky Tuanany (Wasekjen Pemuda Bravo 5).

Ancaman gerakan homogenisasi di kalangan pemuda disampaikan oleh Rezky Tuanany. Rezky menyebut eksklusivisme menjadi awal dari tindakan inteloran. Ia mengatakan perguruan tinggi yang seharusnya menjadi tempat bertukar ide dan gagasan, saat ini malah menjadi tempat bersarangnya paham-paham ekslusif.

"Anak-anak yang kuper dan membatasi diri diskusi dengan lintas golongan, yang akhirnya gampang terkena doktrin-doktrin tersebut," kata Rezky.

Untuk itu, Rezky menekankan pentingnya mengenal budaya dan tradisi kelompok yang lain, yaitu dengan cara berdialog. "Pengalaman berdialog dengan lintas agama, lintas kutub, menjadikan para pemuda semakin Indonesia, become Indonesia," kata Rezky.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dukung Rumah Pastori...
Dukung Rumah Pastori GPdI Eklesia Amban, Kemenag Komitmen Pembangunan Sarana Keagamaan
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian...
Kemenag Fasilitasi Penyelesaian GMS Bantul, Stafsus Menag: Kedepankan Musyawarah
LKK-UNPAM Perkuat Harmonisasi...
LKK-UNPAM Perkuat Harmonisasi Keagamaan di Era Modern
Kukuhkan Rumah Moderasi...
Kukuhkan Rumah Moderasi Beragama, Staf Khusus Menag: Terus Jaga Kerukunan
Indonesia Tunjukkan...
Indonesia Tunjukkan Kerukunan Antaragama ke Presiden Jerman di Istiqlal dan Katedral
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
Din Syamsuddin Desak...
Din Syamsuddin Desak Polisi Hentikan Laporan ke JK Kasus Dugaan Penistaan Agama
Rekomendasi
Profil Pau Cubarsi,...
Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Tak Ada Persiapan Khusus,...
Tak Ada Persiapan Khusus, Ruben Onsu Datang Santai ke Sidang Mediasi
Perang Iran Menjadi...
Perang Iran Menjadi Warisan Buruk Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Berita Terkini
7 Pengeroyok Prajurit...
7 Pengeroyok Prajurit TNI Kodam Cenderawasih hingga Tewas Ditetapkan sebagai Tersangka
Peradi Profesional-Unisba...
Peradi Profesional-Unisba Perkuat Pendidikan Hukum dan Pengembangan Profesi Advokat
Perkuat Ekonomi Maluku...
Perkuat Ekonomi Maluku Utara, APHI Dorong Penerapan Multiusaha Kehutanan
Apresiasi Polda Sumut...
Apresiasi Polda Sumut Ungkap Ribuan Kasus Narkoba, Sahroni: Kejar Bandarnya, Selamatkan Masyarakat!
Prajurit TNI Kodam XVII...
Prajurit TNI Kodam XVII Cenderawasih Tewas Dikeroyok Sembilan Orang di Kabupaten Tangerang
Dukung Penguatan Ekonomi...
Dukung Penguatan Ekonomi Kerakyatan, Danantara Tinjau Pemberdayaan Nasabah PNM di Mojokerto
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved