Semakin Menggila, 1 Pelajar SD di Sikka Dinyatakan Positif COVID-19
Minggu, 02 Mei 2021 - 14:15 WIB
loading...
Juru Bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Sikka, Clara Francis. Foto/iNews TV/Joni Nura
A
A
A
SIKKA - Seorang pelajar SDI Wairklau, Kelurahan Madawat, Kabupaten Sikka, terkonfirmasi positif COVID-19 . Untuk sementara, pelajar tersebut harus menjalankan isolasi selama 10 hari ke depan.
Baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Muntok Membludak, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan
Satgas COVID-19 Kabupaten Sikka, mempersilakan pelajar tersebut menjalani karantina mandiri di rumahnya, di bawah pengawasan dan pemantauan Tim Kesehatan Satgas COVID-19 Kabupaten Sikka.
Juru bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Sikka, Clara Francis memastikan pelajar yang terpapar berusia 10 tahun. "Ya, positif COVID-19 tanpa gejala, dan melaksanakan karantina mandiri," terangnya.
Baca juga: 145 Toko Dipalak Lurah untuk THR, Wali Kota Gibran Sigap Mengembalikan
Dia mengatakan, Tim Kesehatan Satgas COVID-19 Kabupaten Sikka, melaksanakan penelusuran terhadap 19 pelajar di SDI Wairklau. Dan hasilnya diketahui satu pelajar terkonfirmasi positif COVID-19 .
Untuk mendeteksi kemungkinan penularan ke anggota keluarga yang lainnya, Satgas COVID-19 Kabupaten Sikka, langsung melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang anggota keluarga yang diduga kontak erat dengan pelajar terrsebut. "Dari tiga orang kontak erat, semuanya negatif," tegasnya.
Baca juga: Cianjur Gempar, Tak Terima Diputus Cintanya Seorang Pria Bakar Kekasihnya Hidup-hidup
Clara Francis menegaskan, jika terdapat satu saja kasus positif COVID-19 di sebuah sekolah, maka sekolah tersebut harus ditutup selama 14 hari. Pada akhir-akhir ini, COVID-19 banyak menyerang pelajar di Kabupaten Sikka. Sebelumnya ada lima pelajar SMAK Alvares terpapar COVID-19 , kemudian menyusul sembilan pelajar SMAK John Paul II.
Yang mengagetkan di minggu kemarin yakni, sebanyak 168 pelajar di SMAK dan SMPK Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, dinyatakan positif COVID-19 . Kasus COVID-19 di Sikka, terus meningkat, namun sekolah masih saja melakukan kegiatan belajar tatap muka.
Baca juga: Kasus Positif COVID-19 di Muntok Membludak, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan
Satgas COVID-19 Kabupaten Sikka, mempersilakan pelajar tersebut menjalani karantina mandiri di rumahnya, di bawah pengawasan dan pemantauan Tim Kesehatan Satgas COVID-19 Kabupaten Sikka.
Juru bicara Satgas COVID-19 Kabupaten Sikka, Clara Francis memastikan pelajar yang terpapar berusia 10 tahun. "Ya, positif COVID-19 tanpa gejala, dan melaksanakan karantina mandiri," terangnya.
Baca juga: 145 Toko Dipalak Lurah untuk THR, Wali Kota Gibran Sigap Mengembalikan
Dia mengatakan, Tim Kesehatan Satgas COVID-19 Kabupaten Sikka, melaksanakan penelusuran terhadap 19 pelajar di SDI Wairklau. Dan hasilnya diketahui satu pelajar terkonfirmasi positif COVID-19 .
Untuk mendeteksi kemungkinan penularan ke anggota keluarga yang lainnya, Satgas COVID-19 Kabupaten Sikka, langsung melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang anggota keluarga yang diduga kontak erat dengan pelajar terrsebut. "Dari tiga orang kontak erat, semuanya negatif," tegasnya.
Baca juga: Cianjur Gempar, Tak Terima Diputus Cintanya Seorang Pria Bakar Kekasihnya Hidup-hidup
Clara Francis menegaskan, jika terdapat satu saja kasus positif COVID-19 di sebuah sekolah, maka sekolah tersebut harus ditutup selama 14 hari. Pada akhir-akhir ini, COVID-19 banyak menyerang pelajar di Kabupaten Sikka. Sebelumnya ada lima pelajar SMAK Alvares terpapar COVID-19 , kemudian menyusul sembilan pelajar SMAK John Paul II.
Yang mengagetkan di minggu kemarin yakni, sebanyak 168 pelajar di SMAK dan SMPK Maria Bunda Segala Bangsa (BSB) Maumere, dinyatakan positif COVID-19 . Kasus COVID-19 di Sikka, terus meningkat, namun sekolah masih saja melakukan kegiatan belajar tatap muka.
(eyt)
Lihat Juga :