Ridwan Kamil Dorong Pemuda Tangkap Peluang Energi Baru Terbarukan
Sabtu, 01 Mei 2021 - 07:00 WIB
loading...
A
A
A
Kang Emil juga mengungkapkan, hasil study dari Standford University menyatakan bahwa kemandirian energi dengan memulai transisi energi dari tidak terbarukan menjadi energi terbarukan bisa terwujud pada 2050 mendatang.Dia menjelaskan, yang dimaksud memanfaatkan peluang energi terbarukan adalah memaksimalkan proses alam yang berkelanjutan seperti energi air, matahari, angin, dan sumber energi bergerak lainnya.
"Saya optimis kemandirian energi dengan energi terbarukan bisa dicapai. Saat ini, masih dalam proses transisi sehingga kita harus melakukan langkah awal karena di situlah peluang bisnis untuk pemuda ini banyak sekali. Mari kita bersemangat memanfaatkan peluang tersebut, bahkan bisa menjadi sumber profesi atau sumber karir baru," tuturnya.
Kang Emil menyatakan, ADPMET bisa menjadi wadah bagi mereka yang ingin mulai menangkap peluang untuk kemandirian energi di masa yang akan datang, baik untuk skala kecil atau besar. Dia mencontohkan, Kampung adat di Desa Sinaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi sudah bisa menikmati listrik melalui tenaga air sungai yang dikembangkan secara mandiri sejak 2017 lalu.
"Kami punya organisasi ADPMET. Itu kita punya komitmen untuk meningkatkan sumber daya manusia. Jadi, nanti bikin mobil listrik, solar cell ya pemuda-pemuda indonesia. Seperti adanya kampung adat di Jawa Barat karena bisa memanfaatkan aliran sungai, desanya dengan mikrohidro bisa mandiri secara energi. Itu yang harus kita hadirkan kepada Jawa Barat kepada Anda semua pemuda untuk masa depan," tegas Kang Emil.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono menyampaikan, wilayah administratifnya sedang menatap proses energi yang berkelanjutan, di antaranya sampah dan minyak jelantah.Menurutnya, sampah sejatinya bukan musibah melainkan berkah. Dia menuturkan, sampah bisa digunakan sebagai energi pengganti batu bara dengan cara dikeringkan, dicacah kemudian dipadatkan sebelum digunakan sebagai energi pengganti batu bara.
"Saya optimis kemandirian energi dengan energi terbarukan bisa dicapai. Saat ini, masih dalam proses transisi sehingga kita harus melakukan langkah awal karena di situlah peluang bisnis untuk pemuda ini banyak sekali. Mari kita bersemangat memanfaatkan peluang tersebut, bahkan bisa menjadi sumber profesi atau sumber karir baru," tuturnya.
Kang Emil menyatakan, ADPMET bisa menjadi wadah bagi mereka yang ingin mulai menangkap peluang untuk kemandirian energi di masa yang akan datang, baik untuk skala kecil atau besar. Dia mencontohkan, Kampung adat di Desa Sinaresmi, Cisolok, Kabupaten Sukabumi sudah bisa menikmati listrik melalui tenaga air sungai yang dikembangkan secara mandiri sejak 2017 lalu.
"Kami punya organisasi ADPMET. Itu kita punya komitmen untuk meningkatkan sumber daya manusia. Jadi, nanti bikin mobil listrik, solar cell ya pemuda-pemuda indonesia. Seperti adanya kampung adat di Jawa Barat karena bisa memanfaatkan aliran sungai, desanya dengan mikrohidro bisa mandiri secara energi. Itu yang harus kita hadirkan kepada Jawa Barat kepada Anda semua pemuda untuk masa depan," tegas Kang Emil.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono menyampaikan, wilayah administratifnya sedang menatap proses energi yang berkelanjutan, di antaranya sampah dan minyak jelantah.Menurutnya, sampah sejatinya bukan musibah melainkan berkah. Dia menuturkan, sampah bisa digunakan sebagai energi pengganti batu bara dengan cara dikeringkan, dicacah kemudian dipadatkan sebelum digunakan sebagai energi pengganti batu bara.
Lihat Juga :