Erupsi Freatik Kawah Sileri, Ini Penjelasan Kepala PVMBG Badan Geologi
Jum'at, 30 April 2021 - 08:32 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, selama periode 1 Januari hingga 29 April 2021 gunung api terlihat jelas hingga tertutup Kabut.
Teramati asap Kawah Sileri berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 1-70 meter dari atas dasar kawah.
“Pada 29 April 2021 pukul 18:25 WIB terjadi erupsi freatik menghasilkan lontaran material 400 m ke arah selatan (material batuan 200 m dan lumpur 400 m) ke arah timur (material batuan 200 m dan lumpur 300 m), ke arah barat 200 m berupa lumpur. Tinggi lontaran lumpur tidak teramati karena terjadi malam hari,” katanya.
Disebutkan, jumlah dan jenis gempa yang terekam selama Januari hingga 29 April 2021, terdiri dari 30 kali gempa Tornillo, 147 kali gempa Tektonik Lokal, 2 kali gempa Terasa, 31 kali gempa tektonik Jauh dan 48 kali gempa vulkanik dalam.
Pada 29 April 2021 terekam 1 kali Gempa letusan pada pukul 18.25 WIB dengan amplitudo maksimum 42,7 mm dan lama gempa 108,15 detik.
Teramati asap Kawah Sileri berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang hingga tebal tinggi sekitar 1-70 meter dari atas dasar kawah.
“Pada 29 April 2021 pukul 18:25 WIB terjadi erupsi freatik menghasilkan lontaran material 400 m ke arah selatan (material batuan 200 m dan lumpur 400 m) ke arah timur (material batuan 200 m dan lumpur 300 m), ke arah barat 200 m berupa lumpur. Tinggi lontaran lumpur tidak teramati karena terjadi malam hari,” katanya.
Disebutkan, jumlah dan jenis gempa yang terekam selama Januari hingga 29 April 2021, terdiri dari 30 kali gempa Tornillo, 147 kali gempa Tektonik Lokal, 2 kali gempa Terasa, 31 kali gempa tektonik Jauh dan 48 kali gempa vulkanik dalam.
Pada 29 April 2021 terekam 1 kali Gempa letusan pada pukul 18.25 WIB dengan amplitudo maksimum 42,7 mm dan lama gempa 108,15 detik.
Lihat Juga :