Kisah Lamajang Tigang Juru, Kerajaan di Selatan Mahameru yang Menggetarkan Majapahit
Jum'at, 30 April 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Nama Arya Wiraraja, sangat lekat dengan kerajaan di selatan Gunung Semeru tersebut. Bahkan, Arya Wiraraja menjadi raja besar di Lamajang Tigang Juru. Dalam kitab Pararaton, Arya Wiraraja tercatat dengan nama kecilnya Banyak Wide.
Secara etimologis, Banyak merupakan nama yang disandang oleh kaum Brahmana . Sedangkan Wide memiliki arti Widya yaitu pengetahuan. Banyak Wide memiliki makna Brahmana yang memiliki pengetahuan atau kecerdasan tinggi.
Dalam Pararaton juga disebutkan keterangan penting terkait Lamajang Tigang Juru dan Arya Wiraraja, yakni "Hana ta wongira, babatanganira buyuting Nangka, aran Banyak Wide, sinungan pasenggahan Arya Wiraraja, arupa tan kandel denira, dinohaken, kinon Adipati ing Songenep, anger ing Madura wetan".
Pernyataan itu memiliki arti: "Ada seorang hambanya (Kertanegara) merupakan keturunan tetua di Nangka bernama Banyak Wide, yang kemudian bergelar Arya Wiraraja dan dijauhkan menjadi Adipati Sumenep, Madura wetan".
Baca juga: Kisah Candi dan Benteng Kuno Lamuri yang Menjadi Masjid
Catatan lain juga termuat dalam Prasasti Kudadu. Dalam prasasti ini disebutkan, ketika Raden Wijaya melarikan diri dengan dikawal 12 pengikut setianya ke Pulau madura, Adipati Arya Wiraraja memberikan bantuan.
Kerjasama Raden Wijaya dan Arya Wiraraja ini akhirnya melahirkan kesepakatan, yakni pembagian tanah Jawa menjadi dua yang sama besar. Hal ini disebut dalam Perjanjian Sumenep .
Dalam masa pelarian dan pendirian Majapahit , Adipati Arya Wiraraja memberi bantuan sangat besar terhadap Raden Wijaya. Bahkan, dia pula yang mengupayakan pengampunan politik untuk Raden Wijaya kepada Prabu Jayakatwang di Kediri, hingga pembukaan hutan Tarik menjadi Majapahit .
Baca juga: Jejak Sunan Kalijaga di Bukit Surowiti Gresik
Kecerdikan Arya Wiraraja , juga sangat membantu Raden Wijaya saat mengelabuhi pasukan besar Mongol untuk menyerang Jayakatwang, dan kemudian diserang balik hingga pasukan Mongol lari tercerai-berai.
Arya Wiraraja yang dalam dongeng rakyat Lumajang, disebut sebagai Prabu Menak Koncar I , memimpin Kerajaan Lamajang Tigang Juru, di mana wilayah kekuasaannya meliputi Madura, Lamajang, Patukangan atau Panarukan, dan Blambangan.
Prabu Menak Koncar I berkuasa pada tahun 1293- 1316 Masehi. Setelah itu diteruskan oleh Mpu Nambi. Dalam perjalanannya, Mpu Nambi yang juga merupakan patih di Majapahit, diserang oleh Majapahit hingga gugur dan Lamajang Tigang Juru jatuh ke tangan Majapahit.
Secara etimologis, Banyak merupakan nama yang disandang oleh kaum Brahmana . Sedangkan Wide memiliki arti Widya yaitu pengetahuan. Banyak Wide memiliki makna Brahmana yang memiliki pengetahuan atau kecerdasan tinggi.
Dalam Pararaton juga disebutkan keterangan penting terkait Lamajang Tigang Juru dan Arya Wiraraja, yakni "Hana ta wongira, babatanganira buyuting Nangka, aran Banyak Wide, sinungan pasenggahan Arya Wiraraja, arupa tan kandel denira, dinohaken, kinon Adipati ing Songenep, anger ing Madura wetan".
Pernyataan itu memiliki arti: "Ada seorang hambanya (Kertanegara) merupakan keturunan tetua di Nangka bernama Banyak Wide, yang kemudian bergelar Arya Wiraraja dan dijauhkan menjadi Adipati Sumenep, Madura wetan".
Baca juga: Kisah Candi dan Benteng Kuno Lamuri yang Menjadi Masjid
Catatan lain juga termuat dalam Prasasti Kudadu. Dalam prasasti ini disebutkan, ketika Raden Wijaya melarikan diri dengan dikawal 12 pengikut setianya ke Pulau madura, Adipati Arya Wiraraja memberikan bantuan.
Kerjasama Raden Wijaya dan Arya Wiraraja ini akhirnya melahirkan kesepakatan, yakni pembagian tanah Jawa menjadi dua yang sama besar. Hal ini disebut dalam Perjanjian Sumenep .
Dalam masa pelarian dan pendirian Majapahit , Adipati Arya Wiraraja memberi bantuan sangat besar terhadap Raden Wijaya. Bahkan, dia pula yang mengupayakan pengampunan politik untuk Raden Wijaya kepada Prabu Jayakatwang di Kediri, hingga pembukaan hutan Tarik menjadi Majapahit .
Baca juga: Jejak Sunan Kalijaga di Bukit Surowiti Gresik
Kecerdikan Arya Wiraraja , juga sangat membantu Raden Wijaya saat mengelabuhi pasukan besar Mongol untuk menyerang Jayakatwang, dan kemudian diserang balik hingga pasukan Mongol lari tercerai-berai.
Arya Wiraraja yang dalam dongeng rakyat Lumajang, disebut sebagai Prabu Menak Koncar I , memimpin Kerajaan Lamajang Tigang Juru, di mana wilayah kekuasaannya meliputi Madura, Lamajang, Patukangan atau Panarukan, dan Blambangan.
Prabu Menak Koncar I berkuasa pada tahun 1293- 1316 Masehi. Setelah itu diteruskan oleh Mpu Nambi. Dalam perjalanannya, Mpu Nambi yang juga merupakan patih di Majapahit, diserang oleh Majapahit hingga gugur dan Lamajang Tigang Juru jatuh ke tangan Majapahit.
(eyt)
Lihat Juga :