Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Tak Mau Seperti India, Gubernur Jateng: Tiada Mudik Bagimu

loading...
Tak Mau Seperti India, Gubernur Jateng: Tiada Mudik Bagimu
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Dok/SINDOnews
SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan kasus aktif COVID-19 di Indonesia saat ini sudah bagus. Kurva kasus COVID-19 mengalami penurunan. Ganjar Pranowo mengibaratkan kasus COVID-19 di Indonesia sudah mendekati garis finish.

"Garis finish sudah kelihatan di depan. Jika kita lengah dan tidak disiplin, kita akan balik lagi, bukan ke arah finish melainkan ke arah penyesalan,” ucapnya pada Webinar yang diselengarakan oleh Komite Pengendalian COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) dan Kominfo, Rabu (28/04/2021).

"Pada tanggal 6 hingga 17 Mei diadakan peniadaan mudik yang dilakukan oleh posko terpadu, tiada mudik bagimu,” tambahnya dalam diskusi webinar yang bertemakan “Stop Mudik! Tekan Turun Laju Covid-19”.

Ganjar mengatakan, momentum lebaran jangan sampai terjadi seperti di India. Di India kurva kasus COVID-19 dan jumlah kematian terus meroket akibat dua kejadian, kegiatan keagamaan dan kegiatan politik. "Efek kasus di India sampai ke Indonesia, vaksinasi di Indonesia yang seharusnya sudah mendapatkan (dosis) banyak, tapi tertahan di India," katanya. Baca: Tilang Elektronik di Batam Diundur, Tidak Jadi Diterapkan Mulai 28 April.



Dia mengatakan bahwa tidak masalah tidak melakukan mudik pada hari raya selama dua tahun. Dia menjelaskan bertemu dengan keluarga maupun orang tua dapat dilakukan bukan pada konteks mudik hari raya. “Kalau konteksnya mudik hari raya maka beramai-ramai pulang ke kampung menjelang lebaran, ada jutaan orang akan pulang. Ini masih pandemi, loh,” tegasnya.

Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Pol. Rudi Anariksawan mengatakan pihaknya sudah mengantisipasi masyarakat yang akan mudik pada hari raya lebaran. Antisipasi dilakukan dengan pencegatan baik dijalur jalan tol, jalan arteri, dan jalan alternatif. “Kami juga melakukan pencegatan selama 24 jam di jalan-jalan tikus,” ucapnya pada kesempatan yang sama. Baca: Nekat Mudik ke Sleman, Dikarantina 5 Hari dan Tanggung Biaya Sendiri.

Dia menambahkan pencegatan bukan hanya bagi kendaraan roda empat, melainkan juga kendaraan roda dua. Masyarakat yang kedapatan mudik maka akan diputar-balikkan untuk kembali ke asal. “Kami belajar dari hari raya tahun lalu, jika pemudik lolos di pos pencegatan pertama, maka tidak akan lolos di pos pencegatan selanjutnya,” tutupnya.
(nag)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top