Perhatian! Berita ini memuat konten dewasa.
Apakah anda sudah berusia 17 tahun atau lebih?

Kekerasan Anak Meroket, Literasi Digital dan Pendidikan Seks Sejak Dini Dibutuhkan

loading...
Kekerasan Anak Meroket, Literasi Digital dan Pendidikan Seks Sejak Dini Dibutuhkan
Selama masa pandemi COVID-19 ini angka kekerasan pada anak terus meroket. Mereka menjadi korban kekerasan seksual serta bully di ruang-ruang digital. Foto SINDOnews
SURABAYA - Selama masa pandemi COVID-19 ini angka kekerasan pada anak terus meroket. Mereka menjadi korban kekerasan seksual serta bully di ruang-ruang digital. Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih menuturkan, anak-anak menjadi sektor rentan yang kerap menjadi korban di masa pandemi ini.

Ada kenaikan 7 persen dari tahun sebelumnya. "Padahal anak-anak saat ini banyak menghabiskan waktu di rumah dan keluarganya," kata Hikmah Kamis (22/4/2021). Baca juga: Ungkap Kasus Kekerasan, Satreskrim Polresta Barelang Raih Penghargaan Dari Wali Kota Batam

Perubahan pola belajar serta waktu yang lebih panjang untuk bermain ponsel membuka kesempatan bagi predator anak untuk mencari mangsa. Baik korban maupun pelaku yang masih berusia anak terus meningkat. "Di sini perlunya literasi digital bagi anak. Biar mereka bisa waspada dan memahami sejak dini," ucapnya.

Selama masa belajar di rumah, katanya, anak-anak banyak menghabiskan waktunya dengan bermain ponsel. Tidak adanya kontrol dari orang tua terkait pilihan digital anak di ponselnya membuat mereka lepas kontrol. "Mereka akhirnya bertemu orang-orang baru di medsos tanpa ada pantauan dari orang tua," imbuhnya.



Ketua Perempuan Bangsa (PB) Jatim ini menambahkan, di ruang digital, anak-anak juga dengan bebas melihat konten dewasa. Situasi ini tentu menjadi pelik dan berbahaya bagi anak. "Butuh pendidikan seks sejak dini bagi anak-anak," jelasnya. Baca juga: Bayi Tujuh Bulan Dipukul Ayah Kandung di Depok, Alami Luka Parah di Bagian Mata

Semua itu, katanya, bisa sebagai upaya pencegahan sejak dini bagi mereka. Serta langkah antisipasi di medsos yang kian tak terbendung. "Tentu lebih baik mencegah, sehingga tidak ada lagi korban," tegasnya.
(don)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top