Dukung Pernyataan Jokowi, IAP: Indonesia Butuh Ahli Perencana Inovatif
Selasa, 20 April 2021 - 14:45 WIB
loading...
A
A
A
"Kesinambungan perencanaan dari tingkat nasional maupun lokal provinsi, kabupaten/kota tidak bisa lagi hanya sekedar mengandalkan koordinasi antarpihak karena sudah tidak relevan untuk mengimbangi dinamika pembangunan saat ini, saatnya prinsip kolaborasi dipraktikan," tegasnya.
"Artinya terdapat satu dapur bersama yang terdiri dari beberapa sektor dalam penentuan perancangan perencanaan pembangunan. Pentingnya kolaborasi adalah untuk menghindarkan kita dari disintegrasi pembangunan," tandas Andy.
Untuk diketahui, saat memberikan sambutan secara virtual pada HUT ke-50 IAP, Presiden Jokowi menyatakan bahwa konsep smart city atau smart home yang belakangan digandrungi masyarakat tidak boleh sekadar fokus pada digitalisasi fasilitas atau layanan publik, namun juga harus mengembangkan lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat sekitar.
Tujuan perencanaan pembangunan menurutnya bukan sekadar build building atau membangun bangunan, melainkan harus build environment atau membangun lingkungan hidup masyarakat.
"Merancang jalan yang aman bagi pejalan kaki, sepeda dan kendaraan bermotor. Merancang kompleks pertokoan yang tidak ekslusif untuk kelas atas saja, tapi harus mix dengan masyarakat kelas bawah," katanya.
"Artinya terdapat satu dapur bersama yang terdiri dari beberapa sektor dalam penentuan perancangan perencanaan pembangunan. Pentingnya kolaborasi adalah untuk menghindarkan kita dari disintegrasi pembangunan," tandas Andy.
Untuk diketahui, saat memberikan sambutan secara virtual pada HUT ke-50 IAP, Presiden Jokowi menyatakan bahwa konsep smart city atau smart home yang belakangan digandrungi masyarakat tidak boleh sekadar fokus pada digitalisasi fasilitas atau layanan publik, namun juga harus mengembangkan lingkungan sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat sekitar.
Tujuan perencanaan pembangunan menurutnya bukan sekadar build building atau membangun bangunan, melainkan harus build environment atau membangun lingkungan hidup masyarakat.
"Merancang jalan yang aman bagi pejalan kaki, sepeda dan kendaraan bermotor. Merancang kompleks pertokoan yang tidak ekslusif untuk kelas atas saja, tapi harus mix dengan masyarakat kelas bawah," katanya.
(msd)
Lihat Juga :